Meski para tersangka sudah ditangkap, motif di balik pembunuhan Zetro Leonardo Purba masih menjadi tanda tanya besar. Pihak kepolisian tidak menutup kemungkinan kasus ini merupakan aksi pembunuhan bayaran.
Hingga kini, belum diketahui siapa yang memberikan perintah kepada geng Los Maleantes del Cono untuk mengeksekusi diplomat Indonesia yang baru beberapa bulan bertugas di Peru tersebut.
Sementara itu, media lokal 24 Horas mengonfirmasi bahwa senjata api yang disita polisi memang identik dengan senjata yang dipakai untuk membunuh Zetro.
Baca Juga: Kabar Baik dari Nepal: 57 WNI Selamat, Kemlu Siapkan Skenario Pulang Kampung
Bayaran Murah untuk Aksi Brutal
Keterangan mengejutkan datang dari El Primo, pengendara motor dalam kasus ini. Dia mengaku hanya menerima 300 sol Peru (sekitar Rp 1,3 juta) untuk mengantarkan eksekutor ke lokasi kejadian.
Nilai tersebut terbilang kecil untuk aksi kejahatan serius, dalam hal pembunuhan, memperlihatkan betapa rendahnya nyawa manusia di mata kelompok kriminal tersebut.
Kelima tersangka saat ini ditahan sementara selama tujuh hari untuk menjalani interogasi intensif dan pemeriksaan forensik lebih lanjut.
Polisi juga terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap siapa dalang utama yang memerintahkan pembunuhan terhadap diplomat asal Indonesia itu.
Pemerintah Peru menyatakan bahwa kasus ini menjadi prioritas utama, mengingat korban adalah staf diplomatik dari negara sahabat.***