Perjalanan Karier dari Sopir ke Direktur
Langkah besar dalam hidup Sahroni dimulai ketika dia bekerja di perusahaan pelayaran sebagai sopir. Jabatannya kemudian naik menjadi staf operasional,
Perlahan tapi pasti, hingga akhirnya Sahrono menduduki jabatan Direktur Operasional di PT Millenium Inti Samudra pada 2002.
Sejak itu kariernya melesat. Sahroni dipercaya menjadi dirut sejumlah perusahaan, seperti PT Sagakos Intec (2003–2005), PT Ekasamudera Lima (2005–2014), dan PT Ruwanda Satya Abadi (2008–2013)
Kesuksesan di dunia usaha membuatnya semakin dikenal. Tak puas hanya menjadi pengusaha, Sahroni mencoba peruntungan di dunia politik.
Terjun ke Dunia Politik
Pada 2013, Sahroni resmi bergabung dengan Partai NasDem. Setahun kemudian, dia berhasil masuk Senayan sebagai anggota DPR RI dari Dapil DKI Jakarta III.
Di DPR RI periode 2014–2019, Sahroni dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan.
Sementara di internal partai, dia juga dipercaya Surya Paloh menduduki posisi penting sebagai Bendahara Umum DPP NasDem sejak 2019 hingga kini.
Pada Pemilu 2024, Ahmad Sahroni kembali lolos ke DPR RI dan menjadi Wakil Ketua Komisi III sebelum akhirnya dimutasi menjadi anggota biasa.
Pernyataan Kontroversial
Selain dikenal dengan kekayaannya, Sahroni juga beberapa kali menuai sorotan karena komentarnya yang kontroversial.
Yang terbaru adalah ketika dia menyebut orang-orang yang menyerukan pembubaran DPR sebagai ‘orang tolol sedunia’.
Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara pada 22 Agustus 2025. Ucapan itu langsung menuai kritik berbagai kalangan. Publik pun marah.