Untuk sementara, Aruma belum berencana memproduksi gitar rotan ini secara massal.
Ia ingin fokus penuh menjadi musisi selama dua sampai tiga tahun, sebelum kembali mendalami desain produk di jenjang S2.
“Tugas akhir ini nggak berhenti di kampus. Aku pengen gitarku terus hidup di panggung musik, bukan sekadar jadi dokumen akademik,” ungkapnya.
Karya Aruma membuktikan bahwa tugas akhir bukan hanya soal akademik. Ia berhasil menyatukan dunia desain dengan passion bermusiknya, menciptak
an gitar rotan yang bukan hanya inovatif, tapi juga personal.***