Suara yang Lebih “Mellow”
Tak sekadar unik dari sisi desain, gitar rotan ini juga diuji secara akustik bersama musisi dan sound engineer.
Hasilnya, karakter suara yang keluar berbeda dari gitar kayu: lebih hangat, mellow, dan cocok untuk musik folk.
“Musisi yang coba bilang suaranya lebih warmth. Itu bikin gitarku punya karakter sendiri,” tutur Aruma.
Baca Juga: Kisah Inspiratif: Fatimah Azzahra, Anak Yatim Piatu Lolos FKH UGM Beasiswa 100%
Lebih dari Sekadar Nilai A
Kerja kerasnya berbuah manis. Aruma lulus dengan nilai A dan predikat Cumlaude.
Namun, bagi dirinya, keberhasilan ini bukan hanya soal nilai akademik. Gitar rotan itu kini juga ia bawa ke beberapa panggung musik.
“Ini bukan semata-mata inovasi. Aku ngerjain dengan hati, karena aku memang butuh gitar ini untuk bermusik,” ujarnya.
Dari Kelas ke Dunia Digital
Selain bermusik, Aruma aktif membagikan perjalanan karyanya di media sosial sejak SMA. Baginya, platform digital adalah etalase penting bagi karya anak muda.
“Kalau punya karya, jangan ragu tunjukkan. Sosmed bisa jadi jalan kita dikenal orang di bidang yang kita tekuni,” katanya.
Rencana ke Depan