TITIKTEMU.CO - Kisah mengharukan datang dari Pulau Dewata. Seorang gadis bernama Made Dea Vio Lantini, putri seorang nelayan di Bali, berhasil diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB), tepatnya di Fakultas Teknologi Industri (FTI).
Cerita perjuangan Dea viral di media sosial setelah dibagikan oleh Imam Santoso, dosen ITB sekaligus kreator konten.
Tangis Haru Dea dan Sang Dosen
Dalam video yang dibagikan Imam, tampak momen haru ketika ia berkunjung ke rumah Dea. Dea yang akrab dipanggil "Dea" tak kuasa membendung air mata saat kedatangan sang dosen.
Bahkan Imam sendiri ikut terbawa suasana dan menangis.
Baca Juga: Kisah Inspiratif: Fatimah Azzahra, Anak Yatim Piatu Lolos FKH UGM Beasiswa 100%
“Aku jadi ikut nangis,” kata Imam, menggambarkan betapa menyentuh perjuangan Dea yang tinggal di rumah sederhana di tepi pantai.
Rumah Dekat Laut yang Dipenuhi Piala
Meski tinggal di rumah yang sangat sederhana dan terancam digusur, rumah Dea justru penuh dengan piala dan piagam penghargaan.
Salah satunya adalah piala debat nasional dari Mahkamah Konstitusi.
Di balik dinding-dinding rumah kayu itu, tergambar jelas semangat besar dari seorang anak bangsa yang tak menyerah pada keadaan.
Baca Juga: Kisah Avan, Anak Penjual Es dari Ponorogo Diterima di ITB, PunyaLebih dari 100 Piala
Motivasi Belajar dari Rasa Takut dan Harapan
Sebagai anak nelayan, Dea tumbuh dengan kecemasan setiap kali sang ayah pergi melaut. "Kalau ombak besar, suka deg-degan.