Momen unik di ruang sidang MK ini menunjukkan bahwa seni dan hukum bisa bertemu di titik perjuangan yang sama: keadilan.
Aksi Lesti Kejora dan Sammy Simorangkir bukan sekadar hiburan, tetapi simbol perlawanan atas ketidakadilan yang masih terjadi di dunia musik Indonesia.
Para musisi berharap, Mahkamah Konstitusi bisa mempertimbangkan kesaksian mereka sebagai suara dari ribuan pencipta lagu lain yang belum terdengar.
Dengan perubahan regulasi yang lebih berpihak, industri musik Indonesia bisa berkembang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan.***