nasional

Jemaah Haji Indonesia Wafat pada 2025 Berkurang, Tantangan Pelayanan Masih Ada

Senin, 14 Juli 2025 | 20:00 WIB
Potret Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah pada 3 Juni 2025. (Kemenag.go.id)

Menurut data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes) hingga 10 Juli 2025 pukul 16.00 WAS, tercatat 446 jemaah haji Indonesia wafat selama pelaksanaan haji 2025.

> “Jumlah ini lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 461 orang,” ujar dr. Imran.

Ribuan Jemaah Dirawat di RS Arab Saudi

Dalam periode pelaksanaan haji selama sekitar 70 hari, total 1.710 jemaah Indonesia dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Diagnosis yang paling banyak muncul antara lain pneumonia, diabetes melitus, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Baca Juga: Sempat Terkendala Perang Israel-Iran, Menag: Pemulangan Jemaah Haji 2025 Mulai Lancar

Layanan Kefarmasian untuk Jemaah Haji

Dalam bidang farmasi, tercatat 12.396 layanan kefarmasian diberikan selama musim haji 2025.

Obat yang paling sering digunakan adalah tablet kombinasi flu dan batuk, mencerminkan kebutuhan tinggi terhadap pengobatan gejala ringan namun mengganggu.

Penurunan angka jemaah haji Indonesia yang wafat menjadi catatan positif dalam pelaksanaan haji 2025.

Meski demikian, tantangan kebijakan baru dari otoritas Arab Saudi menegaskan pentingnya koordinasi dan persiapan yang lebih matang untuk meningkatkan layanan kesehatan di musim haji mendatang.***

 

Halaman:

Tags

Terkini