nasional

Aksi Kunto Bimo, Menyentuh Arca di Stupa Candi Borobudur Seperti yang Dilakukan Presiden Macron Seharusnya Dilarang. Ini Alasannya!

Minggu, 1 Juni 2025 | 05:15 WIB
Momen Presiden Macron melakukan Kunto Bimo, yakni mencoba menggapai arca Buddha di Candi Borobudur (Instagram/sekretariat.kabinet)


TITIKTEMU.CO - Presiden Macron mengunjungi Candi Borobudur pada Kamis, 29 Mei 2025 dengan didampingi oleh Presiden Prabowo

Kunjungan ke Candi Borobudur tersebut juga menandai kemitraan kebudayaan antara Indonesia dan Prancis.

Dalam foto yang diunggah oleh Sekretariat Kabinet, Macron dan Ibu Negara Prancis Brigitte Macron beserta Seskab Teddy Indra Wijaya terlihat melakukan Kunto Bimo.

Baca Juga: Momen Bersejarah: Presiden Prabowo Dampingi Emmanuel Macron Kunjungi Candi Borobudur

Kunto Bimo ini merupakan aksi mencoba untuk merogoh dan menyentuh arca Buddha yang ada di dalam stupa Candi Borobudur.

Mitos ini menceritakan bahwa siapapun yang berhasil merogoh dan menyentuh arca di stupa, maka ia akan mendapatkan keberuntungan.

Dalam mitos yang beredar, bagi pengunjung pria harus menyentuh jari manis atau jari kelingking dan pengunjung wanita menyentuh bagian telapak kaki atau tumit.

Baca Juga: Muncul Usulan Stairlift Candi Borobudur Dipasang Permanen, Istana: Nanti Bisa Dipertimbangkan

Aksi tersebut dulunya memang diizinkan dilakukan oleh pengunjung, namun kini sudah dilarang oleh Konservasi Borobudur sejak beberapa tahun lalu.

Larangan tersebut dengan alasan pelestarian bangunan situs Candi Borobudur.

Konservasi Borobudur mengunggah video di akun TikToknya pada tahun 2022 lalu, mengungkapkan bahwa secara agama dan toleransi, tidak pantas menaikkan kaki di teras stupa.

Baca Juga: PSG Raih Treble Setelah Juara Liga Champions Dengan Kemenangan 5-0 Atas Inter, Selisih Gol Terbesar Dalam Sejarah Piala Eropa

“Mitos ini (Kunto Bimo) sekarang menjadi masalah pelestarian Candi Borobudur,” ujar keterangan dalam video TikTok tersebut, dikutip pada Sabtu, 31 Mei 2025.

“Ini (stupa) adalah obyek pemujaan atau simbol religius dari umat Buddha, pantas kah kita menaikkan kaki kita ke simbol religius ini?” tambahnya.

Selain itu, dengan terus-terusan menginjak stupa teras bisa membuat relief menjadi aus.

Halaman:

Tags

Terkini