Ini seperti di hotel, yang juga memisahkan kamar pria dan wanita,” kata Hilman saat berada di Makkah, Rabu 28 Mei 2025.
Baca Juga: Penyelenggaraan Haji 2025 Diperketat, Kemenag Antisipasi Visa Ilegal
Momen Kebersamaan di Luar Tenda Tetap Dimungkinkan
Hilman juga menambahkan bahwa meskipun jemaah ditempatkan di tenda berbeda, mereka tetap bisa bertemu dan menjalankan ibadah bersama di luar tenda.
Contohnya, suami istri dapat berjalan bersama ketika melempar jumrah atau bertemu saat cuaca mendukung untuk beraktivitas di luar.
Upaya ini diharapkan bisa memberi kenyamanan psikologis bagi para jemaah, khususnya yang berangkat dengan pasangan atau keluarga.
Baca Juga: Kemenag Sudah Memproses 204.770 Jemaah Reguler untuk Operasional Haji Tahun 2025
Harapan Pemerintah: Ibadah Lebih Khusyuk, Jemaah Lebih Nyaman
Melalui pendekatan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh jemaah, terutama lansia dan jemaah berkebutuhan khusus, tetap merasa aman dan nyaman selama melaksanakan puncak ibadah haji.
Kebersamaan dengan keluarga di momen spiritual seperti haji bisa memberikan kekuatan emosional tersendiri.
Dan meskipun teknis penyelenggaraan mengalami perubahan, semangat pelayanan tetap ditujukan untuk mendekatkan jemaah kepada pengalaman ibadah yang bermakna.***