nasional

Musim Kemarau 2025 Sudah Dimulai, Tapi Kok Masih Hujan? Ini Penjelasan Lengkap BMKG

Sabtu, 12 April 2025 | 20:30 WIB
Ilustrasi hujan di musim kemarau (Freepik)

Baca Juga: Resmi! CPNS dan PPPK 2024 Akhirnya Segera Terima NIP dan SK Pengangkatan

Kondisi Topografi Indonesia

Bentuk alam Indonesia yang terdiri dari pegunungan, lembah, dan garis pantai menyebabkan pola hujan yang sangat bervariasi antarwilayah.

> “Topografi kompleks seperti di Indonesia menyebabkan pola hujan yang tidak seragam, meskipun secara umum kita berada di musim kemarau,” kata Dwikorita.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Berhasil Cegah Potensi Bencana Hidrometeorologi Akan Diperpanjang

Kapan Puncak Musim Kemarau 2025?

BMKG memprediksi bahwa sebanyak 403 Zona Musim (ZOM) di Indonesia akan mengalami musim kemarau secara bertahap sejak April hingga Juni 2025.

Wilayah timur Indonesia seperti Nusa Tenggara biasanya mengalami kemarau lebih dulu dibandingkan wilayah lain.

> “Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus 2025,” sebut BMKG dalam rilis resminya.

Baca Juga: Jadwal Terbaru SPPI Batch 4 2025: Tahapan Seleksi Dan Syarat Calon Peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia

Durasi Musim Kemarau Berbeda-beda

Tak semua wilayah akan merasakan musim kemarau dengan durasi yang sama. Misalnya:

Wilayah Sumatra dan Kalimantan: hanya mengalami kemarau sekitar 2 bulan.

Sebagian wilayah Sulawesi: bisa mengalami musim kering hingga 8 bulan.

Perbedaan ini tergantung pada lokasi geografis dan kondisi iklim mikro masing-masing daerah.

Halaman:

Tags

Terkini