Namun, saat matahari terbenam, posisi hilal diprediksi masih di bawah ufuk, yaitu sekitar -3° di Papua dan -1° di Aceh.
Hasil sidang isbat akan diumumkan dalam konferensi pers oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar setelah proses rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit) dilakukan di berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Baca Juga: Ini Awal Ramadan dan Idul Fitri 2025 Mengacu Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Idul Fitri 2025 Menurut Nahdlatul Ulama (NU)
Nahdlatul Ulama (NU) belum menentukan tanggal pasti Idul Fitri 2025 karena mereka menggunakan metode rukyatul hilal, yaitu pemantauan langsung terhadap hilal pada 29 Ramadhan.
Jika hilal terlihat pada hari tersebut, maka 1 Syawal akan jatuh pada 30 Maret 2025.
Namun, jika hilal belum tampak, maka puasa Ramadhan akan digenapkan menjadi 30 hari, dan Idul Fitri baru akan dirayakan pada 31 Maret 2025.
Meskipun NU menggunakan metode rukyat, mereka juga tetap mempertimbangkan perhitungan falakiyah (astronomi) dalam menentukan awal bulan Hijriyah.
Baca Juga: Tak Perlu Lewat Calo, Begini Cara Mudah Urus Sertifikat Tanah Sendiri
Kapan Idul Fitri 1446 H /2025?
Dari berbagai metode yang digunakan:
Muhammadiyah menetapkan 31 Maret 2025 sebagai 1 Syawal berdasarkan hisab.
Pemerintah menunggu hasil sidang isbat pada 29 Maret 2025 untuk penentuan resmi.
NU akan menentukan Idul Fitri setelah melakukan rukyatul hilal pada 29 Ramadhan 1446 H.
Bagi umat Muslim di Indonesia, perbedaan metode ini adalah bagian dari kekayaan Islam yang berlandaskan ilmu dan keyakinan masing-masing.