Sidang Isbat Idul Fitri 2025 Digelar 29 Maret, Kenapa Tidak Ada Pantauan Hilal di Bali?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 20 Maret 2025 | 18:30 WIB
Kantor Kemenag Bali (Kemenag.go.id)
Kantor Kemenag Bali (Kemenag.go.id)

TITIKTEMU.CO-Kementerian Agama (Kemenag) akan melaksanakan sidang isbat pada Sabtu, 29 Maret 2025, untuk menentukan awal bulan Syawal 1446 Hijriah.

Keputusan ini akan menjadi penentu kapan umat Islam di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Fitri 2025.

Seperti biasa, sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB.

Kemudian, sidang tertutup akan digelar pukul 18.45 WIB untuk menentukan apakah hilal sudah terlihat. Hasil akhirnya akan diumumkan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, melalui konferensi pers setelah Magrib.

Baca Juga: Ratusan Influencer Menjadi Kader Hisab Rukyat Nasional Selama Menyambut Bulan Puasa, Apa Kerjanya ?

Metode Penentuan 1 Syawal: Hisab dan Rukyat

Untuk menetapkan 1 Syawal, Kemenag menggunakan dua metode:

1. Hisab (Perhitungan Astronomi)

Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtimak (konjungsi) terjadi pada 29 Maret 2025 pukul 17.57.58 WIB.

Hisab memberikan perkiraan posisi hilal secara matematis dan ilmiah.

2. Rukyatul Hilal (Pengamatan Langsung)

Untuk mengonfirmasi data hisab, pemerintah melakukan pemantauan langsung hilal di 33 provinsi di Indonesia.

Baca Juga: Cek Daya Tampung UTBK SNBT 2025, Langkah Wajib Sebelum Mendaftar

Pengamatan dilakukan dengan mata telanjang atau menggunakan alat optik modern.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: Kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X