TITIKTEMU.CO- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat ini tengah melakukan lobi dengan pemerintah Arab Saudi untuk meningkatkan kuota pendamping haji bagi jemaah Indonesia pada tahun 2025.
Langkah ini diambil agar para jemaah mendapatkan bimbingan dan dukungan yang lebih optimal selama menjalankan ibadah haji.
Baca Juga: 3.570 Jemaah Haji Khusus Lunasi Bipih 2025
Mengapa Kuota Pendamping Haji Perlu Ditambah?
Dalam pertemuan di Kuil Murugan, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (2/2/2025), Nasaruddin menegaskan bahwa penambahan kuota pendamping haji sangat penting. Salah satu alasan utamanya adalah kendala bahasa.
Jika pendamping berasal dari Arab Saudi, komunikasi dengan jemaah Indonesia bisa menjadi tantangan besar.
"Jemaah haji kita banyak yang bisa berbahasa Arab, tetapi umumnya masih terbata-bata. Akan lebih baik jika mereka didampingi oleh pendamping dari Indonesia yang memahami kebutuhan mereka," ujar Nasaruddin.
Saat ini, jumlah kuota petugas haji yang diberikan Arab Saudi untuk Indonesia adalah 2.210 orang.
Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4.200 orang.
Baca Juga: Apakah Tinggi Badan di Bawah 160 cm Bisa Daftar S1 Unhan 2025? Cek Syaratnya di Sini!
Dengan total jemaah haji Indonesia sebanyak 221.000 orang, jumlah pendamping yang ada dinilai belum cukup untuk memberikan pelayanan yang optimal.
Proses Lobi dan Harapan Pemerintah Indonesia
Meskipun kuota jemaah haji sudah ditetapkan, pemerintah Indonesia masih berupaya agar jumlah petugas haji bisa ditambah.
Nasaruddin menegaskan bahwa negosiasi dengan pemerintah Arab Saudi masih berlangsung, dan keputusan akhir akan bergantung pada kebijakan otoritas Saudi.