TITIKTEMU.CO-Perjalanan menjadi seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bukanlah perkara mudah.
Setiap calon memiliki cerita perjuangannya masing-masing, namun kisah Hasanah, seorang penyuluh agama di Kecamatan Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan, menyentuh banyak hati.
Hasanah mengikuti Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) calon PPPK dalam suasana duka, karena di tengah perjuangannya, ia menerima kabar duka bahwa sang suami tercinta telah berpulang.
Ketegaran Hasanah di Tengah Ujian
Pagi itu, Hasanah sudah bersiap untuk mengikuti tes di aula Kemenag Maros.
Dia berangkat dari rumah sakit, tempat di mana suaminya dirawat selama dua hari terakhir.
Hasanah sempat berbicara dengan suaminya sebelum berangkat, meminta izin untuk melaksanakan tugas besar ini.
Namun takdir berkata lain, tak lama setelah tiba di lokasi ujian, kabar mengejutkan datang: suaminya telah tiada.
Baca Juga: Solo Car Free Night Magnet Malam Tahun Baru Di Jalan Slamet Riyadi Solo
Hasanah segera kembali ke rumah sakit untuk melihat jenazah suaminya.
Meski dalam suasana berkabung, ia membuat keputusan berat.
Dengan izin keluarga, Hasanah kembali ke titik lokasi tes untuk menjalankan ujian yang telah dijadwalkan pada pukul 14.00 WITA.
“Saya sempat minta izin ke suami untuk ikut tes ini.