Namun, Menag juga menegaskan bahwa segala perubahan yang melibatkan penyelenggaraan di Arab Saudi harus melalui persetujuan pemerintah Arab Saudi sebagai tuan rumah haji.
Hal ini mencerminkan pentingnya kerja sama bilateral dalam memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar.
Baca Juga: Hasil Seleksi Petugas Haji 1446 H Diumumkan Januari 2025
Arahan Presiden: Haji yang Efisien dan Berkualitas
Wamenag Romo Syafi’i menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki visi yang jelas terkait penyelenggaraan haji 2025.
Presiden menginginkan agar biaya haji dapat ditekan, tetapi dengan kualitas layanan yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Bapak Presiden melihat ada banyak biaya yang sebenarnya bisa dirasionalisasi.
Kami hampir memastikan bahwa ongkos haji tahun ini akan turun, tetapi angka pastinya masih menunggu keputusan dari Panitia Kerja Haji (Panja),” ungkap Wamenag.
Harapan untuk Jemaah Haji Indonesia
Upaya pemerintah ini mencerminkan perhatian besar terhadap kebutuhan jemaah haji, terutama dalam menghadapi tantangan biaya.
Pemerintah tidak hanya memikirkan efisiensi, tetapi juga menjaga agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tertib, nyaman, dan khusyuk.
“Bapak Presiden ingin memastikan bahwa haji tahun ini lebih baik, lebih tertib, dan lebih efisien,” ujar Menag.
Baca Juga: Cinta Tak Harus Luka: Strategi Gen Z Melawan Toxic Relationships demi Kedamaian Batin
Optimisme di Tengah Perubahan