nasional

KISAH HARU HAJI : Haji Tertua berusia 110 Tahun Ini Tersenyum Melihat Merah Putih Di Seragam Petugas

Minggu, 19 Mei 2024 | 20:05 WIB
Mba Harjo Mislan duduk di kursi roda saat tiba di Madinah (Kemenag)

TITIKTEMU.CO Sambil menggenggam setangkai mawar merah dan tongkat, Harjo Mislan turun dari bus. Dituntun petugas, ia turuni anak tangga dengan sangat hati-hati. Wajahnya tampak datar, tanpa ekspresi.

Harjo Mislan tercatat sebagai jemaah tertua se Indonesia pada musim haji 1445 H/2024 M ini. Usianya 110 tahun. Kedatangannya disambut para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan jemaah lainnya.

Mbah Harjo, begitu dia disapa, langsung dipersilakan duduk di kursi roda, lalu diantar ke lobi Hotel Dar Al Naem, Sektor 1 Daerah Kerja (Daker) Madinah.

Tanpa banyak kata, Mbah Harjo hanya diam saat semua orang menanyakan kabar dan kondisi kesehatannya. Dia terlihat bingung dan berusaha mengenali sekelilingnya.

Baca Juga: KISAH HARU HAJI : Jemaah Haji Lansia Paling Romantis dari Magelang

Air mukanya baru berubah tatkala melihat lambang bendera merah putih yang ada di seragam petugas haji. "Merah putih?," tanya Harjo Mislan kepada petugas Media Center Haji yang ada di lokasi.

"Iya Mbah, ini petugas haji Indonesia. Sekarang ini Mbah sudah di Madinah. Ini semua petugas haji yang ada di sini," kata seorang petugas menjelaskan kepada Mbah Harjo.

Mbah Harjo menganggukkan kepala. Dia mulai merespons berbagai pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Baca Juga: INFO HAJI 2024: Jemaah Haji Harus Selalu Membawa Identitas, Ini Alasannya

Mbah Harjo mengaku perjalanan panjang dari Surabaya ke Madinah cukup melelahkan. Namun kakek asal Ponorogo ini mengaku senang dan sehat setibanya di Madinah.

Berbincang dengan petugas, terungkap saat muda Mbah Harjo merupakan pejuang '45. Dia mengaku pernah ikut perang melawan Belanda.

Baca Juga: KISAH HARU HAJI : Kakek Ikhwan Yang Berharap Berjumpa Istri di Raudah dan Jabal Rahmah

"(Perang melawan Belanda) Pakai pentungan," kata Mbah Harjo.

Sirmat, anak Mbah Harjo menjelaskan ayahnya terdaftar sebagai pejuang veteran. Teman seangkatannya sudah tidak ada, hanya Mbah Harjo yang masih hidup.

"Dari kelompok veteran, tinggal Bapak yang masih ada," kata Sirmat.

Halaman:

Tags

Terkini