TITIKTEMU.CO, Mbah Minten (78) dan suaminya, Ahmadupo (84), asal Jambean Menayu, Magelang, Yogyakarta, sepertinya layak dijuluki sebagai pasangan jemaah haji lansia romantis.
Pemandangan yang indah saat Mbah Minten yang tidak dapat berjalan, terlihat sedang didorong menggunakan kursi roda oleh suaminya di pelataran Masjid Nabawi jelang salat Maghrib.
Pasangan yang usia pernikahannya sudah 60 tahun ini berangkat ke Tanah Suci setelah menunggu 10 tahun. Mereka berdua tergabung dalam kelompok terbang (kloter) empat Embarkasi Solo (SOC-04).
Sejak tiba di Madinah pada 12 Mei 2024, Ahmadupo selalu membawa istrinya salat berjemaah di Masjid Nabawi. Dari wajah keduanya, selalu terlihat semburat senyum penuh semangat. Hotel tempat menginap dua sejoli ini cukup dekat dari Masjid Nabawi. Jalan yang harus dilalui juga mulus dan ramah terhadap lansia.
Baca Juga: INFO HAJI 2024 : Ini Tip Jaga Kesehatan Untuk Jemaah Sebelum Berangkat Haji
Saat petugas menawarkan diri menggantikan Ahmadupo, mendorong dan mendampingi Mbah Minten salat Maghrib. Ahmadupo yang usianya lebih tua enam tahun dari istrinya menyambut baik . Dia menunjukkan lokasi yang selalu menjadi tempat istrinya salat. Yaitu di pelataran masjid, tidak jauh dari pintu gerbang nomor 327.
"Di sini saja. Biar gampang saya jemput," kata Mbah Ahmadupo.
Meski Mbah Minten tidak keberatan ditinggalkan, tapi petugas haji tetap memilih untuk menemani Mbah Minten hingga usai Salat Isya.
Mbah Minten bercerita. Mereka dikaruniai delapan anak, empat laki-laki dan empat perempuan. Semuanya sudah menikah. Dua di antaranya bertempat tinggal di luar Magelang. Mbah Minten juga memiliki 15 cucu dan dua buyut.
Mbah Minten dan Kakek Ahmadupo bekerja sebagai petani. Tetapi sejak Mbah Minten sakit, dia tidak mampu lagi membantu suaminya menggarap sawah. "Sekarang bapak kerja sendiri. Saya sudah tidak mampu membantu," kata Mbah Minten lirih.
Sawah yang digarap, kata dia, milik sendiri. Dulu luas. Sekarang sisa sedikit karena sudah dibagikan ke anak-anak.
Saat masih sehat, Mbah Minten bukan hanya membantu suami menggarap sawah. Dia juga berjualan dengan membuka warung kelontong di rumahnya. Warungnya pun sudah tutup karena tidak sanggup lagi mengurusnya. Kini, Ahmadupo hanya mengurus sepetak sawah.
Berhaji bagi mereka adalah mimpi yang sudah lama diidamkan. Dan tahun ini, mereka memenuhi panggilan Allah Swt. Meski salah satu dari mereka hanya mampu beribadah di atas kursi roda.
Artikel Terkait
INFO HAJI 2024 : Ini Alasan Kenapa Paspor Jemaah Haji Harus Ada Di Tas Selempang
INFO HAJI 2024 : Jemaah Haji Sudah Ditentukan Tempat Akomodasinya, Dimana Saja?
INFO HAJI 2024 : Jemaah yang Wafat Atau Tidak Mampu Akan Badalhajikan , Ini Kriteria Dan Tahapannya
INFO HAJI 2024 : Ini Yang harus Dilakukan Jemaah Haji Setelah Mendarat di Bandara Madinah, Simak Alur Kedatangannya
INFO HAJI 2024 : Ini Tip Jaga Kesehatan Untuk Jemaah Sebelum Berangkat Haji