nasional

Wawancara Prabowo dengan Deddy Corbuzier: Menang Tanpa Merendahkan, Itu Harus Kita Pegang

Selasa, 13 Februari 2024 | 23:44 WIB
Wawancara Prabowo dengan Deddy Corbuzier: Menang Tanpa Menyakiti, Itu Harus Kita Pegang. (TKN Prabowo Gibran)

TITIKTEMU.CO - Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto mengatakan pada prinsipnya kemenangan yang diraih tidak boleh merendahkan atau menyakiti orang lain.

Prabowo menyampaikan hal itu saat menjadi bintang tamu dalam podcast Deddy Corbuzier yang tayang di channel YouTube @Deddy Corbuzier, Selasa 13 Februari 2024.

Prabowo pun mengutip salah satu filosofi jawa yaitu 'menang tanpo ngasorake', yang artinya menang tanpa merendahkan'.

Baca Juga: Prabowo Ungkap ke Deddy Corbuzier Belajar Kata ‘Gemoy’ Usai Ramai Disebut Warga 

Hal tersebut disampaikan Prabowo karena menurut dia masih banyak orang yang tidak peduli terhadap orang lain demi meraih kemenangan atau keberhasilan.

“Kadang-kadang filosofi barat agak beda. Karena yang saya lihat, filosofi barat itu yang penting adalah keberhasilan. It doesn't matter how you win, as long as you win," kata Prabowo.

Prabowo menambahkan, "Dalam rangka mendapat kemenangan untuk kita, pihak kita, diri kita, keluarga kita, (terkadang) kita menyakiti banyak orang.

Ada filosofi jawa, menang tanpo ngasorake. Menang tanpa merendahkan (menyakiti). Itulah yang harus kita pegang,” tegasnya.

Baca Juga: Penting! Periksa Dulu Kertas Suara Sebelum Masuk ke Bilik Suara, Mengapa? Ini Penjelasan KPU 

Menurut Prabow, dengan prinsip itu maka kita akan hidup tanpa rasa dendam terhadap sesama. Hidup ini, katanya, harus memiliki prinsip sebagaimana yang dianut oleh para pendekar dan ksatria.

Mereka hidup dengan memegang teguh nilai-nilai kejujuran, keadilan, hingga komitmen untuk membantu pihak-pihak yang lemah serta tertindas.

“Kalau dalam filosofi pendekar, guru-guru saya mengajarkan (kepada saya) tidak boleh punya dendam. Seorang pendekar itu berani. Berani membela kebenaran, keadilan, kejujuran,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Membela yang lemah, miskin, dan yang tertindas itu ksatria. Membela harus berani, tapi tidak boleh benci dan tidak boleh dendam,” tegas dia.***

Tags

Terkini