TITIKTEMU.CO, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengambil inisiasi ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (IIDC) mengambil momentum ASEAN Summit 2023, di mana Indonesia didapuk sebagai tuan rumah.
Menurut Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, ASEAN IIDC diarahkan untuk memperkuat konsolidasi jaringan dari pada tokoh dan pemimpin agama di lingkungan ASEAN dan jaringan negara-negara ASEAN, termasuk Amerika, Jepang, dan India.
Baca Juga: 7 Danau di Sukoharjo Paling Instagramable, Cocok untuk Gowes dan Nyore Ramai-ramai
Baca Juga: Daftar Lengkap Danau di Bandung, Indah, Sejuk dan Menghibur Hati yang Sedang Galau
“Ini belum pernah terjadi sebelumnya bahwa forum tokoh-tokoh agama ini dijalankan dalam koordinasi yang erat dengan pemerintahan-pemerintahan,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers ASEAN IIDC di gedung PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2023).
“Maka, pertama kami bicara kepada pemerintah dan alhamdulillah Kementerian Luar Negeri RI mau bekerja sama dan menerima gagasan ini untuk dijadikan agenda resmi KTT Asean. Insyaallah, hasil dari kita ini akan dibawa masuk dalam konklusi KTT ASEAN,” kata dia.
Baca Juga: Timnas Indonesia U 17 Garuda United Takluk 0-3 dari Barcelona Juvenil A
Gus Yahya mengatakan forum R20 ini ingin membangun jaringan agar terkonsolidasi dengan kuat. “Kami mencari basis kesamaan latar belakang di antara masuatak ASEAN dan sekitarnya,” ujar dia.
IIDC ini, kata dia, diinisiasi PBNU. IIDC ini merupakan bagian dari agenda PBNU untuk ikut serta dalam dinamika internasional dalam upaya membangun harmoni dan perdamaian dari arah lingkungan agama-agama.
Baca Juga: Jokowi Tegaskan Tidak Bicara Politik dengan Sandiaga Uno Saat Bertemu di Istana
“Karena NU adalah organisasi keagamaan, maka NU ingin masuk ke dalam lingkungan aktivisme agama-agama dalam konteks membangun harmoni peradaban dan perdamaian,” ungkap
ASEAN IIDC dicanangkan bukan sekadar forum diskusi semata. Forum ini juga akan menjadi agenda yang sifatnya kental dengan politik, mengingat para undangan yang hadir juga merupakan representasi dari pihak pemerintahan masing-masing negara.
Baca Juga: PART 23 MY COLD BAD BOY - MCBB by: RANNISKII
“Karena yang hadir ini adalah tokoh-tokoh yang terkait dengan pemerintah negara masing-masing. Maka, harapan kita bahwa forum ini nanti akan melahirkan kesepakatan yang strategis dan decisive yang hasilnya bisa diadopsi KTT ASEAN,” tuturnya.
Artikel Terkait
Tok! Yahya Cholil Staquf Terpilih sebagai Ketua PBNU, Ini Profil nya
Pengukuhan PBNU Dihadiri Presiden & Wapres, Gus Yahya: Mari Kita Bekerja dengan Nyata!
10 Tempat Wisata Banyuwangi, Salah Satunya Ada Yang Dapat Predikat Asean Clean Tourism City
ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 di Yogya Sukses. Nilai Transaksi Mencapai Rp 8 Miliar Lebih
Presiden Jokowi Serahkan Bonus Apresiasi bagi Atlet ASEAN Paragames 2023