Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan luka bakar maupun luka terbuka di tubuhnya.
Dokter: Asap Bisa Sebabkan Hipoksia
Dokter hewan YIARI, Komara menjelaskan asap karhutla berbahaya bagi sistem pernapasan orang utan.
"Asap mengandung partikel yang masuk ke saluran napas dan mengganggu paru-paru. Kalau paparannya berat dan berlangsung lama, satwa bisa alami gangguan napas sampai kekurangan oksigen atau hipoksia," ujar Komara.
Peristiwa yang menimpa Sampurna ini jadi pengingat keras di tengah meluasnya karhutla di Kalimantan yang diduga ulah oknum tak bertanggung jawab.***
Artikel Terkait
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Tegaskan NU Milik Bersama dan Tak Boleh Jadi Tunggangan Politik
Apa Itu AHWA? Ini Alasan Forum 9 Kiai Sepuh Kini Berperan Menentukan Ketum PBNU 2026-2031
BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026, Kredit UMKM Tembus Rp1.235 Triliun
Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, 50 Orang Terjatuh Termasuk Bupati
Viral Pernyataan Kadisdik Kalteng soal Sekolah di Tengah Karhutla, Singgung MBG hingga Siswa ke Kafe