Viral! Sampurna Si Orang Utan Ketapang Teteskan Air Mata, Lemas Tercekik Asap Karhutla

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Senin, 31 Agustus 2026 | 20:16 WIB
Menyoroti peristiwa pilu saat seekor orang utan dievakuasi warga dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Ketapang, Kalimantan Barat. (Instagram.com@pandemictalks)
Menyoroti peristiwa pilu saat seekor orang utan dievakuasi warga dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Ketapang, Kalimantan Barat. (Instagram.com@pandemictalks)

TITIKTEMU.CO - Video evakuasi seekor orang utan jantan di Ketapang, Kalimantan Barat bikin warganet sedih. Satwa bernama Sampurna itu ditemukan lemas tak sadarkan diri diduga akibat terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Momen pilu tersebut diunggah akun Instagram @pandemictalks pada Senin, 31 Agustus 2026. Dalam video, Sampurna tampak terbaring di kebun sawit warga Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara.

Ia terlihat kesulitan bernapas dan mendapat pertolongan oksigen serta infus dari tim dokter hewan.

"Terbaring lemas tak berdaya, orang utan ini kesulitan bernapas akibat tercekik asap karhutla Kalimantan," tulis keterangan unggahan tersebut.

Air mata Sampurna yang menetes juga membuat banyak netizen ikut merasa pilu.

Baca Juga: Viral Pernyataan Kadisdik Kalteng soal Sekolah di Tengah Karhutla, Singgung MBG hingga Siswa ke Kafe

Ditemukan Warga Pagi-Pagi di Kebun Sawit

Menurut laporan lapangan, Sampurna pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 06.00 WIB, Minggu 30 Agustus 2026. Kondisinya sudah sangat lemah.

Mendapat laporan, tim gabungan BKSDA Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia atau YIARI langsung ke lokasi.

"Pagi tadi kami dapat info dari masyarakat. Saat dicek, orang utan itu dalam kondisi lemas," kata Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalbar, Sarbandi.

Diduga Kehilangan Habitat Akibat Karhutla

Sarbandi menduga Sampurna keluar dari hutan karena kabut asap karhutla yang semakin pekat beberapa hari terakhir.
"Diduga akibat karhutla, orang utan bergeser dari habitatnya lalu masuk ke area perkebunan," jelasnya.

Baca Juga: Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, 50 Orang Terjatuh Termasuk Bupati

Di lokasi, tim dokter hewan YIARI langsung memberikan penanganan awal. Sampurna diberi oksigen dan infus karena mengalami gangguan pernapasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X