Dalam sisi pendanaan, BRI berupaya memperbesar basis dana murah melalui pendekatan berbasis ekosistem. Perseroan juga memperkuat berbagai kanal digital, mulai dari BRImo, QRIS, akuisisi merchant hingga BRILink Agen.
Pada bisnis mikro, BRI melakukan penyempurnaan proses bisnis, memperkuat peran tenaga pemasar atau mantri, serta menerapkan manajemen risiko secara lebih terperinci.
Selain memperkuat bisnis yang sudah ada, perseroan juga mengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui penguatan ekosistem dan value chain, penyempurnaan produk, serta perluasan layanan bullion bank.
Hasil transformasi tersebut terlihat dari sejumlah indikator keuangan BRI hingga akhir Triwulan II 2026.
Baca Juga: KH Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031, Intip Profil dan Rekam Jejaknya
Secara konsolidasi, total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7 persen yoy. Sementara kredit dan pembiayaan meningkat 16,2 persen yoy menjadi Rp1.646 triliun.
Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp1.581 triliun, atau tumbuh 6,7 persen yoy. Net interest income juga naik 9,9 persen yoy menjadi Rp80,5 triliun, sedangkan Pre-Provision Operating Profit (PPOP) meningkat 12,8 persen yoy menjadi Rp65,7 triliun.
Fundamental dan Kualitas Aset Membaik
Pertumbuhan bisnis BRI juga diikuti dengan perbaikan sejumlah indikator fundamental.
Cost of Fund (CoF) secara bank only turun dari 3,0 persen pada Triwulan II 2025 menjadi 2,4 persen pada periode yang sama 2026. Efisiensi operasional juga membaik, terlihat dari Cost to Income Ratio (CIR) yang turun dari 41,9 persen menjadi 39,2 persen.
Dari sisi kualitas aset, rasio Non-Performing Loan (NPL) membaik dari 3,0 persen menjadi 2,9 persen. Sementara Cost of Credit (CoC) turun dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen.
Return on Equity (ROE) juga meningkat cukup signifikan, dari 16,6 persen pada Triwulan II 2025 menjadi 18,8 persen pada Triwulan II 2026.
Baca Juga: Prabowo Minta Penanganan Bencana NTT Fokus Bantu Warga, Bukan Sibuk Sambut Pejabat
Kredit UMKM BRI Capai Rp1.235,4 Triliun
Di tengah upaya melakukan diversifikasi bisnis, UMKM tetap menjadi fondasi utama BRI.
Artikel Terkait
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Raih 472 Suara dalam Muktamar ke-35 NU
Profil dan Biodata Gus Kikin, Ketum PBNU 2026-2031: Cicit KH Hasyim Asy'ari dan Pengasuh Ponpes Tebuireng
KH Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031, Intip Profil dan Rekam Jejaknya
KH Miftachul Akhyar Kembali Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031, Diputuskan 9 Kiai Sepuh NU
Apa Itu AHWA? Ini Alasan Forum 9 Kiai Sepuh Kini Berperan Menentukan Ketum PBNU 2026-2031