Cerita Fatur Korban Pengeroyokan di Pejompongan, Mengaku Ditarik Massa hingga Dipaksa Jadi Provokator

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:09 WIB
Ilustrasi pengeroyokan. Fatur mengaku ditarik dan dipukuli massa saat kericuhan Pejompongan hingga dipaksa mengaku sebagai provokator. Polisi beri penjelasan. (Istimewa)
Ilustrasi pengeroyokan. Fatur mengaku ditarik dan dipukuli massa saat kericuhan Pejompongan hingga dipaksa mengaku sebagai provokator. Polisi beri penjelasan. (Istimewa)

“Ada paksaan untuk mengaku. Pas ditarik, langsung ditarik aja keluar dari gang. Terus disamperin sama teman-temannya, dipukulin saya,” tuturnya.

Fatur mengaku telah berusaha menjelaskan bahwa dirinya merupakan warga yang tinggal di kawasan tersebut. Namun, penjelasan itu disebut tidak dipercaya oleh kelompok massa yang membawanya.

“Saya sudah ngaku, sudah ngomong ‘Saya warga sini’, tapi nggak percaya, yaudah saya dibawa keluar,” katanya.

Mengaku Dipukul di Bagian Dada hingga Kepala

Selain mengaku dipaksa memberikan pengakuan, Fatur juga menyebut dirinya mengalami pemukulan.

Ia mengatakan sejumlah bagian tubuhnya terkena pukulan, mulai dari dada, punggung hingga kepala.

“Ada (pemukulan), di bagian dada, punggung, terus kepala. Pakai tangan kosong sama alat kayak penggaris gitu,” ungkap Fatur.

Pengakuan tersebut disampaikan Fatur ketika menceritakan kronologi yang dialaminya saat kericuhan berlangsung di kawasan Pejompongan.

Baca Juga: Gempa Rusak Perpustakaan Nagekeo, Anak-Anak Titip Harapan kepada Prabowo untuk Bangun Kembali

Polisi Sebut Fatur Diamankan karena Diduga Melempar Batu

Sementara itu, Polda Metro Jaya memberikan penjelasan berbeda terkait keberadaan Fatur saat kericuhan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan Fatur diamankan lantaran diduga melakukan pelemparan batu ketika aksi kerusuhan berlangsung.

“Memang diamankan di Subdit Kamneg yang bersangkutan pada saat melaksanakan aksi melakukan pelemparan. Ini juga sudah dalam proses pendalaman. Nanti didalami pihak penyidik,” ujar Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara lebih jelas peristiwa yang melibatkan Fatur dalam kericuhan tersebut.

Baca Juga: Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Targetkan Indonesia Mandiri Energi dan Setop Impor LPG

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X