TITIKTEMU.CO-Bayangkan sosok kuntilanak yang selama ini akrab di cerita rakyat Indonesia tiba-tiba menjadi ancaman utama dalam semesta film horor Taiwan.
Itulah kejutan yang dibawa The Rope Curse 4: Kuntilanak, film yang bukan hanya mempertemukan dua budaya, tetapi juga menghadirkan pengalaman horor dengan nuansa yang belum pernah ada di seri-seri sebelumnya.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026, bertepatan dengan Bulan Hantu yang dipercaya memiliki makna khusus dalam tradisi masyarakat Tionghoa.
Momentum tersebut dipilih untuk memperkuat atmosfer mencekam yang menjadi identitas waralaba The Rope Curse.
Baca Juga: Hotman Paris Soroti Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah, Benarkah Harus Izin Presiden?
Cerita bermula dari kematian tragis Mila, seorang pekerja migran asal Indonesia. Tak lama setelah insiden tersebut, pemilik sebuah kedai makan ditemukan meninggal akibat bunuh diri. Kejadian beruntun itu kemudian menyeret Yulan, perempuan Taiwan yang tanpa sengaja berada di lokasi, ke dalam serangkaian peristiwa supranatural yang sulit dijelaskan.
Belakangan diketahui bahwa Yulan terkena kutukan perpindahan jiwa. Akar dari seluruh kekacauan itu ternyata berasal dari tayangan ritual pemanggilan arwah yang dilakukan seorang dukun di Indonesia. Siaran tersebut sempat disaksikan Mila dan tanpa sengaja membangkitkan sosok kuntilanak yang kemudian meneror banyak orang.
Waktu menjadi musuh terbesar. Yulan hanya memiliki tujuh hari untuk menyelamatkan jiwanya. Demi memutus kutukan tersebut, Jia-min yang memiliki kemampuan spiritual bersama putra Mila membawa abu kremasi sang ibu kembali ke Indonesia. Di sana, ahli spiritual dari Taiwan dan Indonesia bekerja sama menjalankan ritual pengusiran roh jahat.
Yang membuat film ini semakin menarik adalah keterlibatan sejumlah nama besar dari Indonesia. Aktor Ferry Salim, kreator konten sekaligus aktor Andovi Da Lopez, serta mantan anggota JKT48 Yessica Tamara ikut memperkuat jajaran pemain. Sebagian proses syuting bahkan dilakukan langsung di Indonesia agar nuansa lokal terasa lebih autentik.
Bagi rumah produksi, proyek ini menjadi langkah besar. Selama tiga tahun proses pengembangan, mereka tidak hanya mempertahankan ciri khas ritual eksorsisme dan budaya kelenteng Taiwan, tetapi juga memperluas latar cerita ke Indonesia. Pendekatan ini membuat film terasa lebih segar dibanding tiga pendahulunya.
Sutradara Liao Shih-han mengungkapkan bahwa ide memasukkan kuntilanak muncul ketika dirinya melakukan riset untuk film sebelumnya. Menurutnya, legenda urban Indonesia itu memiliki karakter yang sangat kuat dan pantas menjadi bagian dari dunia The Rope Curse.
Baca Juga: Kenapa Orang Tua Zaman Sekarang Lebih Cemas daripada Generasi Sebelumnya?
Bahkan, ia menyebut kuntilanak sebagai salah satu roh paling berbahaya yang pernah muncul sepanjang perjalanan waralaba tersebut. Karena itulah, tantangan yang dihadapi para karakter kali ini disebut jauh lebih berat.
Artikel Terkait
Prediksi Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Furia Roja Diunggulkan, Messi Bidik Gelar Beruntun
Mengenal Stadion New York/New Jersey, Venue Final Piala Dunia 2026 yang Simpan Kenangan Pahit Lionel Messi
Profil dan Biodata Lionel Messi Lengkap: Umur, Agama, Tinggi Badan, Istri, Anak, Karier, Prestasi hingga Fakta Menarik
Prediksi Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: Susunan Pemain, Peluang Juara hingga Prediksi Skor
Fantastis! Segini Hadiah yang Dibawa Pulang Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026, Nyaris Tembus Rp1 Triliun
Kenapa Penyidik Memeriksa Febrie Adriansyah Lebih Dulu? Strategi di Balik Babak Baru Kasus Ini Jadi Sorotan
Hotman Paris Soroti Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah, Benarkah Harus Izin Presiden?