Viral Guru SD di Pelosok Sulawesi Tengah Masak untuk Siswanya, Curhat Anak-anak Terus Menanti Program MBG

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:05 WIB
Cerita guru SD terpencil di Sulawesi Tengah yang membuat makanan untuk siswa karena belum ada MBG. (Instagram/rskdrian)
Cerita guru SD terpencil di Sulawesi Tengah yang membuat makanan untuk siswa karena belum ada MBG. (Instagram/rskdrian)

TITIKTEMU.CO – Sebuah kisah menyentuh hati dari seorang guru di daerah pelosok Sulawesi Tengah tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Guru SD Kecil (SDK) Ogolau, Kabupaten Parigi Moutong, rela memasak dan membagikan makanan kepada para siswanya karena sekolah tersebut hingga kini belum menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Cerita itu dibagikan melalui akun Instagram @rskdrian dan langsung menarik perhatian warganet. Dalam unggahannya, sang guru memperlihatkan momen saat ia menyiapkan makanan sederhana untuk murid-muridnya sebagai bentuk kepedulian di tengah belum meratanya pelaksanaan program MBG.

Anak-anak Terus Bertanya Kapan Mendapat MBG

Guru PPG Prajabatan bernama Riska Andriani mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut dilakukan agar para siswanya tidak merasa tertinggal dibandingkan anak-anak di sekolah lain yang sudah menikmati Program Makan Bergizi Gratis.

Dalam keterangannya, Riska mengaku sering mendapat pertanyaan dari murid-murid mengenai kapan sekolah mereka akan memperoleh program tersebut.

Baca Juga: Kelangkaan BBM di Sumut Masih Berlanjut, Antrean SPBU Mengular hingga UMKM Terancam Terdampak

Menurutnya, sekolah tempat ia mengajar menjadi satu-satunya di desa yang belum mendapatkan MBG. Kondisi akses menuju sekolah yang berada di kawasan perbukitan dan hanya bisa ditempuh melalui jalan setapak diduga menjadi salah satu kendala distribusi program.

Riska berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil karena justru di daerah tersebut para siswa sangat membutuhkan bantuan pemenuhan gizi.

Masak dengan Bantuan Donatur, Belum Sesuai Standar MBG

Riska menjelaskan makanan yang dibagikan kepada siswa merupakan hasil gotong royong bersama para donatur yang tergerak membantu.

Ia mengakui menu yang disiapkan belum memenuhi standar gizi sebagaimana ketentuan dalam Program Makan Bergizi Gratis. Meski demikian, ia tetap berusaha menghadirkan makanan sederhana agar anak-anak dapat menikmati santapan bersama di sekolah.

Baginya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian sambil menunggu Program MBG benar-benar menjangkau sekolah mereka.

Baca Juga: Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara soal Rumah Sentul yang Digeledah, Tegaskan Uang dan Emas Ada Pemiliknya

Selain berharap distribusi program segera terlaksana, Riska juga menginginkan adanya perbaikan akses menuju sekolah sehingga mobilitas siswa maupun penyaluran bantuan pemerintah menjadi lebih mudah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X