WALHI Soroti Sistem Pengelolaan Sampah
Kebakaran TPA Jatiwaringin turut mendapat perhatian dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
Organisasi tersebut menilai peristiwa ini merupakan dampak dari lemahnya sistem pengelolaan sampah yang selama ini masih mengandalkan metode open dumping.
Menurut Pengkampanye Urban Berkeadilan WALHI Nasional, Wahyu Eka Setyawan, penumpukan sampah organik yang bercampur dengan jenis sampah lain akan terus menghasilkan gas metana yang berpotensi memicu kebakaran.
Baca Juga: Bupati Purwakarta Buka Suara soal Polemik Lagu Lalaki Langit, Sebut Refleksi Kenakalan Masa Lalu
Ia menilai insiden ini bukan sekadar musibah, melainkan konsekuensi dari sistem pengelolaan sampah yang belum dibenahi secara menyeluruh.
Selain itu, WALHI mencatat sedikitnya 154 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mulai muncul akibat paparan asap kebakaran.
Berdasarkan data WALHI, TPA Jatiwaringin setiap harinya menerima sekitar 1.366 hingga 2.700 ton sampah atau setara dengan 498.590 sampai 985.500 ton per tahun.
Namun, jumlah tersebut baru mencakup sekitar 59 persen dari total produksi sampah di Kabupaten Tangerang, sehingga dinilai menunjukkan besarnya tekanan terhadap kapasitas pengelolaan sampah yang ada.***
Artikel Terkait
Kejagung Ungkap Keterlibatan Oknum Kolonel TNI Aktif dalam Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Ini Perannya
Kejagung Tetapkan Brigjen Polisi Aktif LMI Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Ini Perannya
Bupati Purwakarta Buka Suara soal Polemik Lagu Lalaki Langit, Sebut Refleksi Kenakalan Masa Lalu
Viral Keluhan Layanan 110 Polri, Warga Mengaku Tak Direspons saat Laporkan Kecelakaan
Menkeu Purbaya Ungkap Cara Prabowo Ambil Keputusan APBN: Presiden Pintar dan Terbuka Terima Masukan