Reza menegaskan pihaknya tidak memiliki kendali terhadap platform yang bukan mitra resmi. Namun, Garuda tetap berupaya melakukan koordinasi dan monitoring agar informasi harga yang beredar tetap akurat.
Kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi maskapai untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap distribusi tiket melalui pihak ketiga, terutama yang berada di luar jaringan resmi.
Imbauan untuk OTA dan Konsumen
Dalam kesempatan yang sama, Garuda Indonesia juga mengimbau seluruh penyedia layanan penjualan tiket, khususnya OTA, untuk lebih disiplin dalam menampilkan harga.
Menurut Reza, transparansi dan akurasi harga sangat penting agar tidak merugikan berbagai pihak, baik konsumen, maskapai, maupun platform itu sendiri.
Dia berharap para OTA dapat mengikuti ketentuan yang berlaku dan tidak menampilkan harga yang tidak sesuai dengan sistem resmi maskapai.
Baca Juga: Lebaran di Jakarta Makin Seru: Transportasi Gratis 2 Hari dan Promo Wisata Melimpah!
Warganet Diminta Lebih Teliti
Kasus viral ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli tiket pesawat secara online. Penumpang disarankan untuk selalu memesan tiket melalui kanal resmi.
Harga tiket yang terlalu tinggi atau tidak wajar sebaiknya segera diverifikasi sebelum melakukan transaksi. Dengan begitu, konsumen dapat terhindar dari potensi kerugian akibat informasi yang tidak akurat.
Meski sempat memicu kehebohan, Garuda Indonesia memastikan bahwa operasional dan harga tiket mereka tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.***
Artikel Terkait
Tanggal Hijriah pada 17 Maret 2026, Ini Konversi Kalender Hijriah dan Masehi
Cek Jadwal Bank Mandiri, BNI dan BRI Saat Idulfitri 2026: Transaksi Tetap Lancar Selama Libur Panjang
UPDATE Jadwal Operasional Bank BRI, BNI, BCA dan Mandiri Libur Idulfitri 2026
Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Maret 2026: Periode Libur Panjang yang Dinanti
Jadwal Operasional Bank Saat Lebaran 2026: Apakah Layanan Bank Digital Tetap Aktif Saat Libur Idul FItri dan Nyepi