TITIKEMU.CO - Perjalanan Juwairiyyah menuju Inggris bukan kisah lurus tanpa jeda, karena ia sempat menunda keberangkatan selama setahun demi menjalani peran sebagai ibu.
Sampai akhirnya pada 2017 terbang bersama suami dan anaknya untuk menempuh studi magister di bidang Digital Business and Innovation Management yang memadukan strategi bisnis modern dengan teknologi seperti AI dan blockchain.
Di bangku kuliah Britania Raya, ia tak sekadar belajar teori, melainkan membuktikan kapasitasnya dengan meraih peringkat pertama dalam ajang hackathon tingkat distrik setelah bersama timnya merumuskan solusi digital dalam waktu dua hari untuk membantu pemerintah lokal mengelola konservasi alam sekaligus meningkatkan pengalaman wisatawan di kawasan Lake District.
Latar belakang bisnis dan teknologi yang ia miliki menjelma menjadi kekuatan ketika ia menyelesaikan studi dengan predikat Distinction, sebuah capaian akademik setara cumlaude yang menegaskan bahwa perjuangannya sebagai ibu sekaligus mahasiswa bukan sekadar simbolik, tetapi nyata dan terukur.
Baca Juga: Resmi Dibuka! Cara Daftar Mudik Gratis Jasa Marga 2026, Syarat, Alur Lengkap dan Fasilitasnya
Pulang Bukan Karena Terpaksa, Tapi Karena Tanggung Jawab
Keputusan Juwairiyyah untuk kembali ke Indonesia di tengah regulasi LPDP yang kala itu belum seketat sekarang bukanlah langkah emosional sesaat, melainkan buah pertimbangan matang yang ia sebut sebagai tanggung jawab moral terhadap tanah air dan keluarga.
Ia memilih meninggalkan zona nyaman kariernya dan fokus membesarkan usaha kecil bernama Kakha, brand pakaian muslim anak yang terinspirasi dari kebutuhan sederhana sebagai ibu yang kesulitan menemukan bahan pakaian nyaman untuk buah hatinya ketika kembali ke Indonesia.
Bisnis yang awalnya dirintis sambil bekerja itu akhirnya menjadi prioritas utama pada 2019 setelah respons positif warganet di Instagram meyakinkannya bahwa produk tersebut punya ruang tumbuh di pasar.
Baca Juga: SPPG Terima Rp 500 Juta per 12 Hari, BGN Klaim Program MBG Jadi Motor Ekonomi Daerah
Pandemi Jadi Titik Balik, Bukan Titik Henti
Saat pandemi Covid-19 mengguncang ekonomi global pada 2020 dan pusat perbelanjaan banyak tutup, Juwairiyyah justru melihat peluang di tengah krisis dengan memaksimalkan kanal digital yang telah ia pahami sejak masa kuliah di Inggris.
Brand Kakha menemukan momentum product-market fit melalui produk baju koko anak dan busana seragam keluarga, yang penjualannya melonjak drastis dari 5 ribu potong pada Ramadan 2020 menjadi 300 ribu potong pada Ramadan 2025.
Kolaborasi jangka panjang dengan pasangan selebritas Alyssa Soebandono dan Dude Harlino sebagai brand ambassador semakin memperkuat citra keluarga hangat yang menjadi ruh merek tersebut.
Artikel Terkait
Catat Tanggalnya! Tiket Arus Balik Gratis 2026 Resmi Dibuka 1 Maret, Ini Rute dan Jadwalnya
Desa Wotawati Gunungkidul Viral: Matahari Terbit Jam 8 Pagi, Tenggelam Jam 3 Sore
SPPG Terima Rp 500 Juta per 12 Hari, BGN Klaim Program MBG Jadi Motor Ekonomi Daerah
Nyaris Kabur ke Malaysia, Ko Erwin Diciduk Bareskrim di Tengah Laut
Sertifikat Tanah Masih Atas Nama Orang Tua yang Wafat? Ini Risiko Hukum dan Cara Balik Namanya
Kabar Gembira! Korea Selatan Siapkan Bebas Visa untuk Turis Indonesia, Target 30 Juta Wisatawan
THR ASN 2026 Cair Awal Ramadan, Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun untuk 10,5 Juta Penerima
Hari ke-10 Ramadhan: Jangan Cuma Lewat, Jadikan Momentum Upgrade Imanmu Sekarang!
Jangan Lewatkan! 7 Amalan Sunnah di Hari ke-10 Ramadhan yang Bisa Bikin Iman Naik Level
Kalahkan MIT hingga Georgia Tech, Mahasiswa ITS Sapu Bersih Lomba Robot Dunia di AS