Lulusan S3 Oxford Ini Pilih Jadi Guru di Yogya: Kisah Aishah Prastowo, Awardee LPDP yang Pulang untuk Mengabdi

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 26 Februari 2026 | 14:45 WIB
Kisah Aishah, lulusan S3 Oxford penerima LPDP yang pulang jadi guru (Instagram @aishahprastowo)
Kisah Aishah, lulusan S3 Oxford penerima LPDP yang pulang jadi guru (Instagram @aishahprastowo)

Mendapat informasi dari KBRI Paris, Aishah mendaftar dan diterima sebagai mahasiswa doktoral di Oxford pada usia 23 tahun.

Di sana, ia meneliti mikrofluida multifase—teknologi yang mempelajari pemrosesan cairan dalam skala sangat kecil.

Riset mikrofluida memiliki potensi besar, terutama dalam bidang kesehatan. Teknologi ini memungkinkan proses seperti drug screening dilakukan hanya dengan droplet berukuran nanoliter hingga mikroliter.

Artinya, eksperimen bisa lebih hemat biaya dan efisien.

Bahkan, Aishah pernah menyebut penelitiannya relevan untuk Indonesia, khususnya dalam pengembangan alat diagnostik murah bagi daerah terpencil.

Baca Juga: Jangan Kehabisan Kuota! Mudik Gratis BTN 2026 Siap Dibuka—3.500 Kursi, Rute Panjang, Berangkat Serentak

Sejumlah karya ilmiahnya telah terbit di jurnal internasional bereputasi Q1 dan dikutip puluhan kali.

Namun setelah menyelesaikan studi doktoralnya, hidup membawanya ke arah berbeda.

Ia menikah, sempat menjadi peneliti, lalu memasuki fase baru ketika pandemi Covid-19 melanda.

Di masa itulah Aishah banyak terlibat dalam pengajaran.

Ia membuka kelas academic writing, membimbing mahasiswa dan penerima Beasiswa Indonesia Maju, serta mendampingi siswa mengikuti lomba riset nasional.

Interaksi dengan para pelajar membuatnya menyadari bahwa kontribusi tak selalu harus melalui laboratorium.

Langkah besar diambil pada 2024 ketika ia ikut merintis Praxis High School di Sleman, Yogyakarta. Sekolah berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art) ini lahir dari semangat menjembatani dunia akademik dan dunia kerja.

Para siswa belajar coding, kecerdasan buatan (AI), hingga robotika sejak kelas awal.

Menurut Aishah, masa depan dunia kerja akan banyak dipengaruhi otomatisasi dan AI. Alih-alih takut, ia melihatnya sebagai peluang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Instagram @aishahprastowo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X