Sekolah Tertimbun Lumpur Pascabanjir Aceh Tengah, Anak-anak Reje Payung Rindu Belajar di Kelas

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Kamis, 19 Februari 2026 | 22:00 WIB
Cerita anak di Reje Payung, Aceh Tengah yang rindu belajar di kelas. (Instagram/sulton_firdaus34)
Cerita anak di Reje Payung, Aceh Tengah yang rindu belajar di kelas. (Instagram/sulton_firdaus34)

TITIKTEMU.CO - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh pada akhir November 2025 masih menyisakan duka mendalam bagi para penyintas. Tidak hanya merusak rumah warga, musibah tersebut juga berdampak besar pada dunia pendidikan, terutama bagi anak-anak di daerah terdampak.

Salah satu potret memilukan terlihat di Desa Reje Payung, Kabupaten Aceh Tengah. Dua anak setempat memperlihatkan kondisi sekolah mereka yang kini tertimbun tanah dan lumpur sisa banjir yang telah mengering.

Ruang Kelas Hilang Tertutup Lumpur

Dalam video yang diunggah akun Instagram @sulton_firdaus34 pada Kamis, 19 Februari 2026, kedua anak tersebut menunjukkan lokasi ruang kelas mereka yang kini nyaris tak terlihat.

Baca Juga: Promedia Group dan PT Sirkular Karya Indonesia Luncurkan Program Ganti Atap Rumah Wartawan dengan Alduro

Tanah setinggi hampir menyentuh atap bangunan menutup sebagian besar ruang kelas. Meja dan kursi yang dahulu digunakan untuk belajar sudah tidak tampak lagi, tertimbun lumpur yang mengeras.

Salah satu anak menunjuk bekas ruang kelasnya dan mengungkapkan kerinduan untuk kembali belajar seperti sebelumnya.

Untuk sekadar masuk ke dalam ruangan, seseorang harus berjongkok karena tinggi timbunan tanah hampir menutup pintu.

Hampir Tiga Bulan, Sekolah Masih Hancur

Menurut keterangan dalam video tersebut, hampir tiga bulan setelah banjir bandang dan longsor menerjang Reje Payung, kondisi lingkungan sekolah masih rusak parah. Tumpukan kayu gelondongan sisa terjangan banjir masih berserakan di sekitar area sekolah.

Baca Juga: Sopir Bus PO Harapan Jaya Diduga Mabuk di Jombang, 61 Penumpang Dialihkan Demi Keselamatan

Pasca-bencana, Reje Payung sempat menjadi salah satu desa terisolir di Aceh Tengah akibat akses jalan yang sulit dijangkau. Warga bahkan harus menggunakan tali sling sebagai pengganti jembatan untuk menyeberangi sungai.

Distribusi bantuan pun tidak mudah. Relawan dan petugas harus berjuang melintasi sungai menggunakan tali sling atau memanfaatkan jalur udara demi menjangkau lokasi terdampak.

Saat bencana terjadi, tercatat sekitar 331 jiwa di Desa Reje Payung terdampak dan menantikan bantuan setelah banjir bandang serta tanah longsor menghantam wilayah tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X