Syair Menggetarkan Rabiah Al Adawiyah, Cinta yang Tidak Takut Neraka, Tidak Mengharap Surga

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Kamis, 19 Februari 2026 | 15:07 WIB
Syair Menggetarkan Rabiah Al Adawiyah, Cinta yang Tidak Takut Neraka, Tidak Mengharap Surga. (X/Islam Indonesia)
Syair Menggetarkan Rabiah Al Adawiyah, Cinta yang Tidak Takut Neraka, Tidak Mengharap Surga. (X/Islam Indonesia)

Baca Juga: Kisah-Kisah Sahabat Nabi dan Ulama Gemar Baca Al Quran Saat Ramadhan, dari Umar bin Khatab hingga Imam Bukhari

Cinta Bukan Karena Neraka dan Surga

Yang membuat Rabiah begitu istimewa adalah konsep cintanya kepada Allah SWT. Ia tidak beribadah karena takut neraka, juga bukan karena berharap surga. Ia mencintai Allah semata-mata karena Allah layak dicintai.

Syairnya tentang cintanya kepada Allah sangat menggetarkan, dan banyak dikutip untuk menggambar ketulusan seorang hamba kepada Pencipta-Nya.

Ya Allah, apapun karunia-Mu di dunia ini aku tidak butuh. Berikan sama musuh-musuhmu. Apapun karuniamu di akhirat nanti aku juga tidak butuh. Berikan sama kekasih-kekasihmu.

Kalau ibadahku ini karena aku ingin surga, tutup surga untukku. Kalau ibadahku ini karena aku takut neraka, buka neraka, bakar aku di dalamnya.

Tapi kalau ibadahku karena aku rindu padamu ya Allah, jangan kau palingkan wajah-Mu dariku.

Sulit menemukan cinta seperti yang dimiliki Rabiah. Cinta manusia pada umumnya seringkali masih pamrih. Menuntut balasan, mentuntut imbalan.

Ada yang meletup-letup semangatnya saat surga disebut. Ada yang bangkit dari futur saat ditakut-takuti dengan adzab neraka. Banyak yang ibadahnya transaksional. Menghitung pahala untuk membeli surga.

Syair ini mengguncang banyak orang. Di saat kebanyakan manusia beribadah dengan harapan pahala dan surga, Rabiah justru melampaui itu semua.  

Baca Juga: Khadijah, Perempuan Istimewa yang Menembus Batas Zamannya

Menolak Lamaran Ulama Besar

Keindahan spiritual Rabiah Al Adawiyah membuat banyak tokoh besar kagum. Beberapa ulama terkemuka seperti Hasan al-Bashri, Sufyan al-Thawri, hingga Ibrahim ibn Adham disebut pernah melamarnya.

Mereka adalah tokoh-tokoh besar dalam sejarah Islam. Lamaran dari mereka tentu merupakan kehormatan besar. Namun, Rabiah menolak semuanya. Alasannya sederhana: ia tidak ingin cintanya terbagi.

Rabiah khawatir tidak bisa berlaku adil kepada suami jika hatinya sepenuhnya tertuju kepada Allah. Ia memilih tidak menikah agar dapat mencurahkan seluruh cintanya hanya kepada Sang Pencipta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X