Salim A Fillah Ingatkan Sumatera Masih Berjuang Pascabencana, Pendidikan Anak Jadi Prioritas

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Jumat, 30 Januari 2026 | 16:16 WIB
Menyoroti pernyataan pendakwah Salim A Fillah yang pamit pergi meninggalkan wilayah terdampak bencana di Aceh. (Instagram.com/@salimafillah_official)
Menyoroti pernyataan pendakwah Salim A Fillah yang pamit pergi meninggalkan wilayah terdampak bencana di Aceh. (Instagram.com/@salimafillah_official)

TITIKTEMU.CO - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera pada akhir November 2025 lalu sempat menyita perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Kala itu, banyak pejabat, figur publik, hingga influencer datang langsung ke lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan bagi para korban di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Salah satu tokoh yang hingga kini masih aktif memantau kondisi pascabencana adalah pendakwah nasional Salim A Fillah. Ia terus mengikuti perkembangan pemulihan infrastruktur serta kondisi pendidikan anak-anak yang terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Baca Juga: Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI, Bursa Segera Tunjuk Plt hingga RUPST

Ingatkan Publik Tak Melupakan Korban Pascabencana

Melalui unggahan terbarunya di akun Instagram @salimafillah_official pada Jumat (30/1/2026), Salim mengajak masyarakat Indonesia agar tidak mengabaikan kondisi para korban setelah sorotan publik mulai mereda.

“Semoga kita tidak lupa bahwa Sumatera masih belum sepenuhnya pulih,” tulis Salim dalam unggahannya.

Ia menegaskan bahwa dampak bencana tidak hanya berhenti pada kerusakan fisik, tetapi juga berpengaruh besar terhadap masa depan anak-anak, khususnya di sektor pendidikan.

Pilih Aktifkan Sekolah, Bukan Bangun Baru

Dalam keterangannya, Salim menyebutkan bahwa dirinya bersama para relawan di Aceh sepakat untuk tidak membangun sekolah baru di area terdampak bencana.

Baca Juga: Mensesneg Tegaskan Mundurnya Dirut BEI Iman Rachman Bukan Intervensi Pemerintah

Sebagai gantinya, mereka memilih menghidupkan kembali sekolah-sekolah yang ada dengan bekerja sama langsung bersama para tenaga pendidik setempat.

“Kami fokus mengaktifkan kembali sekolah yang ada, bekerja sama dengan para guru,” jelasnya.

Upaya tersebut meliputi pembersihan bangunan sekolah, penyaluran buku pelajaran, serta penyediaan berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X