TITIKTEMU.CO - Bencana banjir bandang disertai tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Di Provinsi Aceh, dampaknya bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga kekhawatiran akan hilangnya tradisi sakral yang selama ini dijaga turun-temurun.
Salah satu tradisi yang terancam adalah memasak dan berbagi Kanji Rumbi, bubur khas Aceh yang selalu hadir saat bulan suci Ramadan.
Berdasarkan Kalender Hijriah 2026 Kementerian Agama, awal Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026. Artinya, jika dihitung dari 29 Januari 2026, umat Muslim hanya memiliki waktu sekitar 20 hari lagi menuju Ramadan.
Baca Juga: Sawah Dijadikan Tempat Sampah, Warga Gantiwarno Klaten Ngamuk dan Aksi Protesnya Viral
Namun, kondisi pascabanjir membuat banyak rumah warga rusak dan sebagian lokasi yang biasanya digunakan untuk memasak Kanji Rumbi kini beralih fungsi menjadi dapur umum bagi para pengungsi.
Warga Aceh Cemas Tradisi Turun-Temurun Terhenti
Dalam unggahan akun Instagram @salamsetara pada Kamis, 29 Januari 2026, seorang pria paruh baya asal Aceh mengungkapkan kegelisahannya. Di tengah reruntuhan bangunan akibat banjir bandang, ia menceritakan bahwa tradisi Kanji Rumbi selalu dilaksanakan setiap Ramadan oleh masyarakat setempat.
“Tradisi ini sudah ada sejak zaman nenek moyang kami dan terus dilakukan sampai tahun lalu,” tuturnya dengan suara bergetar.
Ia mengakui, untuk Ramadan tahun ini, tradisi tersebut kemungkinan besar tidak bisa dijalankan.
Baca Juga: Dua Bulan Pascabanjir Bandang Aceh, Anak-anak di Pante Bidari Masih Terhenti Belajar Mengaji
Kanji Rumbi, Bubur Khas Aceh Sarat Makna
Kanji Rumbi merupakan bubur khas Aceh yang dibuat dari sekitar 30 jenis rempah, dipadukan dengan daging sapi dan udang. Makanan ini bukan sekadar hidangan berbuka, melainkan simbol kebersamaan dan kepedulian sosial warga Aceh.
“Biasanya setiap Ramadan, kami memasak Kanji Rumbi di tempat ini sebagai bagian dari tradisi,” ujar pria tersebut dalam video.
Ia menjelaskan bahwa setiap tahunnya warga biasa menyembelih dua ekor sapi untuk diolah dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
Artikel Terkait
UPDATE Terbaru 2026: Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp3 Juta per Gram
Sirine Banjir Bekasi Diubah Jadi Imbauan, BPBD Catat Kenaikan TMA Sungai Capai Level Siaga
Viral Pengemudi Innova Adu Mulut dan Ludahi Pemotor di Bekasi, Warganet Minta Polisi Bertindak
Dua Bulan Pascabanjir Bandang Aceh, Anak-anak di Pante Bidari Masih Terhenti Belajar Mengaji
Sawah Dijadikan Tempat Sampah, Warga Gantiwarno Klaten Ngamuk dan Aksi Protesnya Viral