Akses Jalan Belum Pulih Pascabanjir Aceh Utara, Puluhan Anak di Riseh Tunong Kesulitan Berangkat Sekolah

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Senin, 26 Januari 2026 | 21:43 WIB
Anak-anak di Aceh Utara kesulitan akses ke sekolah karena jalan putus.  ((Instagram/rully_xabian))
Anak-anak di Aceh Utara kesulitan akses ke sekolah karena jalan putus. ((Instagram/rully_xabian))

TITIKTEMU.CO - Sudah dua bulan berlalu sejak banjir bandang melanda Kabupaten Aceh Utara, namun sejumlah wilayah hingga kini masih mengalami kendala serius, terutama pada akses jalan darat yang belum sepenuhnya pulih.

Salah satu wilayah terdampak adalah Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang. Jalan utama yang terputus akibat banjir membuat aktivitas masyarakat terganggu, termasuk kegiatan belajar anak-anak yang kini kembali aktif bersekolah.

Jalan Terputus, Anak-anak Terhambat Menuju Sekolah

Kesulitan yang dialami para pelajar di Riseh Tunong diungkapkan oleh relawan Aceh, Rully Xabian, melalui unggahan video terbarunya pada Senin, 26 Januari 2026.

Baca Juga: MLBB Resmi Jadi Game Pertama Esports Nations Cup 2026, 32 Tim Nasional Siap Bertarung di Riyadh

Dalam keterangannya, Rully menjelaskan bahwa akses utama menuju sekolah terputus sejak banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025, sehingga proses belajar mengajar ikut terdampak.

Sebelumnya, warga sempat memanfaatkan jalur alternatif dengan melintasi area persawahan milik warga setempat. Namun solusi sementara tersebut tidak dapat dilanjutkan.

“Awalnya masyarakat melewati sawah warga sebagai jalan darurat, tetapi per 26 Januari 2026 akses tersebut ditutup pemilik karena khawatir sawah rusak,” ungkap Rully.

Puluhan Pelajar Tak Bisa Melintas

Dalam video tersebut terlihat puluhan anak berseragam SD dan SMP yang terpaksa tertahan karena tidak dapat melewati jalan menuju sekolah. Jalan aspal tampak terbelah dengan bekas aliran banjir yang cukup dalam di bawahnya.

Baca Juga: Harga Daging Sapi dan Kerbau Dijaga Stabil Jelang Ramadan–Idulfitri 2026, Pemerintah Tetapkan Rp55.000 per Kg

Kondisi ini dinilai membahayakan karena warga, termasuk anak-anak, harus turun ke area bekas terjangan banjir untuk melintas.

Salah satu guru yang terekam dalam video berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah.

“Kami mohon pihak terkait, khususnya Pemda, agar segera menangani jalan ini supaya anak-anak bisa kembali bersekolah dengan aman,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X