Ia mengaku sering harus membacakan teks dengan suara keras karena mahasiswa tidak membuka bacaan sama sekali malam sebelumnya.
Ironisnya, meski teks dibaca bersama, banyak mahasiswa tetap kesulitan menangkap makna kata-kata yang tertulis.
Notre Dame Mengalami Hal Serupa
Fenomena ini tak berhenti di satu kampus.
Di University of Notre Dame, profesor teologi Timothy O’Malley juga merasakan perubahan drastis dalam ekspektasi akademik.
Jika dulu ia bisa memberi tugas membaca 25 hingga 40 halaman per pertemuan, kini jumlah tersebut dianggap terlalu berat.
Menurutnya, mahasiswa sering kali kebingungan harus mulai dari mana ketika dihadapkan pada bacaan panjang.
Sebagian besar akhirnya bertahan dengan ringkasan instan, termasuk yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.
Baca Juga: Ketika Sawit Masuk, Gajah Terdesak: Tesso Nilo dan Simpul Kusut Konflik Agraria
Membaca Sekilas, Bukan Mendalami
O’Malley menilai mahasiswa Gen Z dibesarkan dengan kebiasaan membaca cepat ala “scanning”, bukan membaca mendalam.
Pola ini membuat mereka terbiasa menangkap potongan informasi, bukan memahami keseluruhan gagasan.
Akibatnya, teks panjang terasa melelahkan, membingungkan, dan sering kali dihindari.
Akar Masalah yang Lebih Dalam
Para akademisi menilai krisis literasi ini bukan semata kesalahan individu mahasiswa.
Artikel Terkait
Tak Lagi Menunggu di Tanah Suci: Kartu Nusuk Kini Pegang dari Rumah
Ketika Sawit Masuk, Gajah Terdesak: Tesso Nilo dan Simpul Kusut Konflik Agraria
Tayang di Nertfl;ix 17 Januari 2026, Simak Sinopsis,Spoiler , dan LINK NONTON Drakor Undercover Miss Hong
1 Syaban dan Nifsu Syaban 2026 Tanggal Berapa? Ini Keutamaannya
Mengenal KPR Subsidi: Pilihan Jenis Rumah, Syarat Pengajuan, dan Bedanya dengan KPR Non-Subsidi
Panduan Lengkapnya Mengajukan KPR Subsidi, Cek Daftar Bank Penyalur FLPP 2026
Panduan Memilih Asuransi Terbaik Terdaftar OJK 2026: Jiwa, Kesehatan dan Properti, Ini Daftarnya
Daftar Bank Mudah Menyetujui Pengajuan Kartu Kredit, SLIK OJK Wajib Bersih!
Dari Garuda Muda ke Kampus Amerika: Langkah Sunyi Lucas Lee Menjemput Masa Depan
Berbeda Iman, Satu Tujuan: Olin dan Kisah Tenang Menjadi Lulusan Terbaik di Kampus Muhammadiyah