Ketika Huruf Terasa Asing: Alarm Sunyi Literasi Gen Z di Kampus Amerika

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 18 Januari 2026 | 12:00 WIB
mahasiswa generasi Z  di Amerika yang baru masuk kuliah banyak yang kesulitan membaca teks secara utuh (Desain AI )
mahasiswa generasi Z di Amerika yang baru masuk kuliah banyak yang kesulitan membaca teks secara utuh (Desain AI )

Ia mengaku sering harus membacakan teks dengan suara keras karena mahasiswa tidak membuka bacaan sama sekali malam sebelumnya.

Ironisnya, meski teks dibaca bersama, banyak mahasiswa tetap kesulitan menangkap makna kata-kata yang tertulis.

Notre Dame Mengalami Hal Serupa

Fenomena ini tak berhenti di satu kampus.

Di University of Notre Dame, profesor teologi Timothy O’Malley juga merasakan perubahan drastis dalam ekspektasi akademik.

Jika dulu ia bisa memberi tugas membaca 25 hingga 40 halaman per pertemuan, kini jumlah tersebut dianggap terlalu berat.

Menurutnya, mahasiswa sering kali kebingungan harus mulai dari mana ketika dihadapkan pada bacaan panjang.

Sebagian besar akhirnya bertahan dengan ringkasan instan, termasuk yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.

Baca Juga: Ketika Sawit Masuk, Gajah Terdesak: Tesso Nilo dan Simpul Kusut Konflik Agraria

Membaca Sekilas, Bukan Mendalami

O’Malley menilai mahasiswa Gen Z dibesarkan dengan kebiasaan membaca cepat ala “scanning”, bukan membaca mendalam.

Pola ini membuat mereka terbiasa menangkap potongan informasi, bukan memahami keseluruhan gagasan.

Akibatnya, teks panjang terasa melelahkan, membingungkan, dan sering kali dihindari.

Akar Masalah yang Lebih Dalam

Para akademisi menilai krisis literasi ini bukan semata kesalahan individu mahasiswa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X