Tenang untuk Lansia, Aplikasi Nusuk Bukan Kewajiban
Menjawab kekhawatiran jemaah, khususnya lansia yang kurang akrab dengan teknologi digital, KJRI menegaskan bahwa penggunaan aplikasi Nusuk di ponsel tidak bersifat wajib bagi jemaah haji reguler.
Baca Juga: Jennie Masuk Usia 30: Perayaan Sunyi di Tengah Tur Dunia dan Hujan Prestasi
Aplikasi tersebut hanya difungsikan sebagai cadangan, misalnya jika kartu fisik hilang atau jemaah terpisah dari rombongan.
Dalam praktiknya, kartu Nusuk tetap menjadi alat utama yang diakui petugas setempat, apalagi jemaah Indonesia mudah dikenali dengan atribut khas seperti seragam batik.
Fokus Ibadah, Bukan Ribet Administrasi
Dengan pola distribusi dan aktivasi yang dilakukan sejak di dalam negeri, KJRI berharap jemaah bisa menjalani ibadah haji dengan persiapan yang lebih matang, tenang, dan nyaman.
Beban teknis yang selama ini menjadi sumber kekhawatiran diharapkan berkurang, sehingga jemaah dapat lebih fokus pada makna spiritual ibadah haji itu sendiri.***
Artikel Terkait
Viral Curhatan Warga Lumajang Hidup di Bayang-bayang Erupsi Semeru, Minta Gunung ‘Dipindahkan’ Demi Keselamatan
Pemerintah Subsisdi DP Rp4 Juta, Begini Skema dan Syarat Mengajukan KPR Sejahtera FLPP 2026 untuk MBR
10 Game Jadi Pejabat Terbaik 2026 Android, iOS, maupun PC, Seru Dimainkan Offline!
Review TheoTown vs SimCity BuildIt? Mana Game Bangun Kota yang Lebih Seru dan Realistis!
Wajib Dicoba! 5 Plugin TheoTown Terbaik untuk Kota Bertema Indonesia
Saat Cinta Bicara Banyak Bahasa: Kim Seon ho Kembali dengan Tantangan Tak Biasa
Jennie Masuk Usia 30: Perayaan Sunyi di Tengah Tur Dunia dan Hujan Prestasi
Semeru Bergejolak Lagi: Awan Panas Meluncur 4 Kilometer, Warga Diminta Waspada
Bukan Soal Harta, Tapi Status: Babak Baru Sengketa Sule dan Teddy soal Bintang
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi