Perjuangan Petani Durian Ketol Aceh Tengah Pascabanjir: Bertaruh Nyawa Demi Bertahan Hidup

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Senin, 5 Januari 2026 | 12:05 WIB
Menyoroti cerita tentang jerih payah petani buah durian ketol asal Aceh yang terdampak bencana banjir bandang. (Instagram.com / @karantinaaceh - @sherlyannavita)
Menyoroti cerita tentang jerih payah petani buah durian ketol asal Aceh yang terdampak bencana banjir bandang. (Instagram.com / @karantinaaceh - @sherlyannavita)

 

TITIKTEMU.CO - Influencer sekaligus aktivis sosial asal Aceh, Sherly Annavita, mengungkap kisah memilukan tentang perjuangan warga Aceh Tengah setelah diterjang banjir bandang pada akhir November 2025. Kisah ini menyoroti kerasnya kehidupan para petani durian ketol yang harus berjuang ekstra demi mempertahankan mata pencaharian mereka.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @sherlyannavita, Senin (5/1/2026), Sherly membagikan potret nyata di balik lezatnya durian ketol yang selama ini dikenal sebagai komoditas unggulan Aceh.

Menurutnya, sejak 26 November 2025, banjir bandang menghantam dan menghancurkan jembatan penghubung di Dusun Ayun, Aceh Tengah. Akibatnya, tiga kampung yakni Bergang, Karang Ampar, dan Pantan Renduk terisolasi dan terputus dari akses ekonomi utama.

Baca Juga: 7 Tempat Wisata Viral di Bondowoso Paling Hits 2026, Panorama Alamnya Bikin Lupa Penat

Panen Durian yang Berubah Jadi Duka

Sherly menjelaskan bahwa periode Desember hingga April seharusnya menjadi masa penuh harapan bagi para petani. Pada waktu inilah durian ketol dengan kualitas terbaik biasanya dipanen dan dipasarkan.

Namun kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Video yang dibagikan Sherly memperlihatkan warga harus menempuh jalur ekstrem berupa tebing curam dan akses darurat akibat jembatan yang ambruk.

“Kerja keras petani yang seharusnya berbuah manis justru berubah menjadi kepedihan,” tulis Sherly.

Ia menambahkan, biaya distribusi yang melonjak drastis membuat para petani hanya memperoleh sekitar 25 hingga 50 persen dari harga normal durian di pasaran.

Baca Juga: Harga Pangan Nasional Hari Ini Senin 5 Januari 2026: Mayoritas Komoditas Turun, Cabai hingga Beras Lebih Murah

Durian Sampai Pasar dengan Cucuran Air Mata

Sherly juga mengungkap solidaritas kuat antarwarga di Kampung Bergang, Kecamatan Ketol. Mereka saling membantu mengangkut hasil panen agar tetap bisa dijual ke pasar.

“Setiap durian yang tiba di pasar dibawa dengan keringat, air mata, bahkan mempertaruhkan nyawa,” ungkapnya.

Ia merinci jalur distribusi yang penuh risiko: durian dipikul oleh kuli penyeberang dengan upah Rp2.000 per buah, lalu dilanjutkan oleh tukang langsir menggunakan sepeda motor melalui jalur terjal dengan biaya Rp80.000 hingga Rp150.000 per perjalanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X