Lulus Kuliah Tapi Menganggur: Ketika Ijazah Bertemu Tembok Besar Bernama 'Pengalaman Minimal Dua Tahun'

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 30 Desember 2025 | 13:15 WIB
Ilustrasi Curhatan Gen Z cari kerja 2026: Syarat tak masuk akal, diskriminasi umur (Desain AI )
Ilustrasi Curhatan Gen Z cari kerja 2026: Syarat tak masuk akal, diskriminasi umur (Desain AI )

TITIKTEMU.CO-Menjadi seorang fresh graduate di Indonesia saat ini rasanya seperti sedang dipaksa memenangkan maraton, namun kaki kita masih terikat oleh aturan-aturan rekrutmen yang ajaib.

Ekspektasi tinggi untuk segera mapan setelah wisuda seketika hancur berkeping-keping saat melihat deretan lowongan yang meminta pengalaman bertahun-tahun untuk posisi paling dasar sekalipun.

Ratusan lamaran terkirim, namun yang kembali hanyalah sunyi atau penolakan otomatis yang membuat semangat yang dulunya menyala kini mulai redup dan loyo.

Proses ini bukan sekadar soal mencari penghasilan, melainkan pertarungan mental melawan sistem yang sering kali terasa tidak manusiawi dan tidak masuk akal.

Baca Juga: Menjemput Keadilan di Gedung Merah Putih: Mengapa Warga Bekasi Justru Merindukan Kehadiran KPK?

Paradox Magang dan Labirin Syarat yang Tidak Realistis

Salah satu keluhan paling nyaring adalah syarat pengalaman kerja bagi mereka yang baru saja ingin memulai karir.

Bagaimana mungkin seseorang mendapatkan pengalaman jika untuk posisi magang saja perusahaan menuntut rekam jejak yang sudah matang?

Belum lagi fenomena satu posisi yang menanggung beban kerja tiga orang sekaligus, namun tetap dilabeli sebagai pekerjaan bagi lulusan baru dengan gaji yang minimalis.

Hal ini menciptakan lingkaran setan yang membuat banyak talenta muda merasa terjebak dalam fase persiapan tanpa pernah diberi kesempatan untuk membuktikan kemampuan mereka.

Baca Juga: Lowongan Kerja Tenaga Ahli IT dan GIS Dinas Perumahan Rakyat Jakarta 2026: Tersedia 10 Posisi Strategis untuk Lulusan S1

Diskriminasi Tersembunyi: Saat Umur dan Penampilan Jadi Juri Utama

Dunia rekrutmen kita masih dihantui oleh standar-standar kuno yang tidak ada hubungannya dengan kompetensi kerja.

Banyak perusahaan yang secara terang-terangan menolak pelamar berusia di atas dua puluh lima tahun, seolah-olah kemampuan belajar seseorang berhenti di usia tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X