Romo Mudji Sutrisno Meninggal: Rohaniwan dan Penjaga Budaya, Ini Profilnya

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 29 Desember 2025 | 12:08 WIB
Romo Mudji Sutrisno Mneinggal: Rohaniwan dan Penjaga Budaya, Ini Profilnya   (Dok.Jesuit Indonesia)
Romo Mudji Sutrisno Mneinggal: Rohaniwan dan Penjaga Budaya, Ini Profilnya (Dok.Jesuit Indonesia)

TITIKTEMU.CO - Dunia pemikiran dan spiritualitas Indonesia sedang berselimut duka yang mendalam setelah mendengar kabar berpulangnya Romo Mudji Sutrisno pada Minggu malam kemarin.

Sosok yang dikenal lembut namun tajam dalam memberikan kritik sosial ini mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Santo Carolus, Jakarta, pada usia tujuh puluh satu tahun.

Romo Mudji bukan sekadar seorang imam, melainkan mercusuar ilmu bagi mereka yang haus akan kedalaman filsafat serta kejernihan dalam melihat fenomena budaya di tanah air.

Baca Juga: Ledakan Rating Taxi Driver Tiga: Saat Taksi Pelangi Melibas Drama Romansa di Puncak Desember

Rekam Jejak Akademik: Perjalanan Intelektual dari Solo hingga Roma

Lahir di kota Solo pada dua belas Agustus sembilan belas lima puluh empat, perjalanan hidup Mudji Sutrisno adalah sebuah pengabdian panjang pada dunia literasi dan pendidikan.

Hausnya akan makna hidup membawanya melanglang buana hingga ke Italia untuk mendalami ilmu kebijaksanaan di Universitas Gregoriana, tempat di mana ia meraih gelar doktor filsafat.

Latar belakang pendidikan yang mumpuni ini menjadikannya salah satu aset intelektual bangsa yang mampu menjembatani pemikiran barat dengan kearifan lokal Nusantara secara harmonis.

Baca Juga: Tanpa Rafael Leao: Strategi Sabar Allegri dan Penantian Debut Sang Juru Gedor Baru

Dedikasi Sebagai Pendidik di STF Driyarkara dan ISI Surakarta

Sebagai seorang pendidik sejati, dedikasinya tertuang jelas melalui peranannya sebagai dosen di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dan Institut Seni Indonesia Surakarta.

Bagi mahasiswa dan rekan sejawat, ia adalah sosok yang mampu menyederhanakan konsep filsafat yang rumit menjadi pesan-pesan kemanusiaan yang sangat menyentuh hati.

Meski sempat mencicipi dunia politik sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum, nuraninya sebagai pendidik akhirnya memanggilnya kembali untuk fokus mencerdaskan kehidupan bangsa di ruang kuliah.

Warisan Pemikiran dan Kontribusi Bagi Sosial Budaya Indonesia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X