Masuknya Januari dan Februari ke Kalender Romawi
Perubahan besar terjadi pada abad ke-7 SM di masa Raja Numa Pompilius. Dia menambahkan dua bulan baru, Januari dan Februari, untuk mengisi kekosongan musim dingin. Kalender Romawi pun menjadi 12 bulan.
Januari diambil dari nama Dewa Janus, sosok bermuka dua yang melambangkan masa lalu dan masa depan.
Namun, meski Januari sudah ada, tahun baru tetap dimulai pada bulan Maret. Kalender ini berdasarkan peredaran bulan, sehingga sering kali tidak selaras dengan musim.
Untuk menyesuaikan, bangsa Romawi menambahkan bulan sisipan. Namun praktik ini kerap disalahgunakan demi kepentingan politik, seperti memperpanjang atau mempersingkat masa jabatan penguasa.
Reformasi Julius Caesar: Awal 1 Januari
Kekacauan kalender membuat Julius Caesar melakukan reformasi pada tahun 45 SM. Dibantu astronom Alexandria, Sosigenes, Caesar memperkenalkan kalender matahari yang terdiri dari 365,25 hari, dan sistem tahun kabisat.
Reformasi ini melahirkan Kalender Julian. Salah satu keputusan pentingnya adalah menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun.
Penetapan ini berkaitan dengan tradisi Romawi, karena para konsul atau pemegang kekuasaan eksekutif, resmi mulai menjabat setiap 1 Januari.
Sejak saat itu, Januari pelan-pelan diterima sebagai awal tahun baru, meski penerapannya belum seragam di seluruh wilayah Eropa.
Baca Juga: Tidak Ada Pesta Kembang Api saat Malam Tahun Baru di Kota-kota Ini, Cek Daftarnya
Pengaruh Kekristenan dan Kalender Masehi
Dengan meluasnya agama Kristen, Kalender Julian diberi makna baru. Sistem Anno Domini (AD) atau Masehi disusun mengacu pada kelahiran Yesus Kristus. Perhitungan ini dirumuskan Dionysius Exiguus pada abad ke-6.
Namun, para sejarawan sepakat bahwa perhitungan ini tidak sepenuhnya akurat. Yesus diperkirakan lahir beberapa tahun sebelum tahun 1 Masehi. Meski begitu, sistem ini menjadi dasar penanggalan Kristen hingga kini.
Artikel Terkait
Kaleidoskop Film Indonesia 2025, Ini Daftar Film Terlaris Tembus Jutaan Penonton di Bioskop
Kaleidoskop 2025: Tahun Penuh Gejolak, dari Tumbler Tuku hingga Bencana Sumatera
Kaleidoskop OTT KPK 2025: Peta Korupsi dari Daerah, BUMN, hingga Penegak Hukum
Kaleidoskop Hukum 2025: Tahun Pengampunan Lewat Abolisi, Amnesti, dan Rehabilitasi
Kaleidoskop Bencana 2025: Banjir Mengalir sampai Jauh