Dulu, Tahun Baru Dimulai Bulan Maret, Bukan Januari

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Minggu, 28 Desember 2025 | 21:49 WIB
Dulu, Tahun Baru Dimulai Bulan Maret, Bukan Januari. (Unplash)
Dulu, Tahun Baru Dimulai Bulan Maret, Bukan Januari. (Unplash)

Masuknya Januari dan Februari ke Kalender Romawi

Perubahan besar terjadi pada abad ke-7 SM di masa Raja Numa Pompilius. Dia menambahkan dua bulan baru, Januari dan Februari, untuk mengisi kekosongan musim dingin. Kalender Romawi pun menjadi 12 bulan.

Januari diambil dari nama Dewa Janus, sosok bermuka dua yang melambangkan masa lalu dan masa depan.

Namun, meski Januari sudah ada, tahun baru tetap dimulai pada bulan Maret. Kalender ini berdasarkan peredaran bulan, sehingga sering kali tidak selaras dengan musim.

Untuk menyesuaikan, bangsa Romawi menambahkan bulan sisipan. Namun praktik ini kerap disalahgunakan demi kepentingan politik, seperti memperpanjang atau mempersingkat masa jabatan penguasa.

Baca Juga: 11 Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 Penuh Makna, Cocok Dibagikan ke Keluarga dan Rekan Kerja hingga Postingan di Media Sosial

Reformasi Julius Caesar: Awal 1 Januari

Kekacauan kalender membuat Julius Caesar melakukan reformasi pada tahun 45 SM. Dibantu astronom Alexandria, Sosigenes, Caesar memperkenalkan kalender matahari yang terdiri dari 365,25 hari, dan sistem tahun kabisat.

Reformasi ini melahirkan Kalender Julian. Salah satu keputusan pentingnya adalah menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun.

Penetapan ini berkaitan dengan tradisi Romawi, karena para konsul atau pemegang kekuasaan eksekutif, resmi mulai menjabat setiap 1 Januari.

Sejak saat itu, Januari pelan-pelan diterima sebagai awal tahun baru, meski penerapannya belum seragam di seluruh wilayah Eropa.

Baca Juga: Tidak Ada Pesta Kembang Api saat Malam Tahun Baru di Kota-kota Ini, Cek Daftarnya 

Pengaruh Kekristenan dan Kalender Masehi

Dengan meluasnya agama Kristen, Kalender Julian diberi makna baru. Sistem Anno Domini (AD) atau Masehi disusun mengacu pada kelahiran Yesus Kristus. Perhitungan ini dirumuskan Dionysius Exiguus pada abad ke-6.

Namun, para sejarawan sepakat bahwa perhitungan ini tidak sepenuhnya akurat. Yesus diperkirakan lahir beberapa tahun sebelum tahun 1 Masehi. Meski begitu, sistem ini menjadi dasar penanggalan Kristen hingga kini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X