TITIKTEMU.CO - Sebulan setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera, beberapa daerah masih bergulat dengan keterbatasan akses transportasi. Kerusakan parah pada infrastruktur, seperti jalan putus dan longsoran tanah, membuat sejumlah kawasan belum sepenuhnya terjangkau bantuan darat.
Akibat kondisi tersebut, distribusi logistik harus dilakukan melalui jalur alternatif, mulai dari rute memutar dengan medan ekstrem hingga menggunakan jalur udara. Salah satu wilayah yang masih mengalami keterisolasian adalah Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Relawan dan Warga Seberangi Sungai Demi Salurkan Bantuan
Aksi gotong royong warga dan relawan dalam menyalurkan bantuan ke Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @etnisgayo pada Sabtu, 27 Desember 2025, tampak proses pengiriman bantuan logistik harus melewati sungai lebar dengan arus yang cukup deras.
Baca Juga: Buruh Tolak UMP Jakarta 2026, KSPI Siap Gugat dan Gelar Aksi Besar Awal Januari
Relawan terlihat mengangkut berbagai kebutuhan pokok menggunakan perahu karet, seperti beras, mi instan, terpal, dan logistik lainnya. Di tengah perjalanan, perahu sempat hampir terseret arus sungai, sehingga koordinasi dan kerja sama yang solid menjadi kunci keselamatan.
Meniti Jembatan Tali Demi Layanan Kesehatan
Tidak hanya relawan, perjuangan mencapai Desa Pasir juga dilakukan oleh tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Mereka harus menyeberangi jembatan tali darurat yang menghubungkan Desa Uyem Beriring dan Desa Pasir, setelah akses utama rusak akibat banjir bandang.
Jembatan darurat tersebut menjadi satu-satunya jalur untuk menjangkau warga dan memberikan pelayanan kesehatan di wilayah yang terisolasi.
Baca Juga: Harga Emas Antam Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Tembus Rp2,6 Juta per Gram Jelang Akhir Tahun 2025
Status Tanggap Darurat Diperpanjang
Masih adanya daerah yang belum terjangkau bantuan secara maksimal membuat Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memperpanjang status tanggap darurat hingga 31 Desember 2025, terhitung sejak 22 Desember. Kebijakan ini diambil untuk memastikan penanganan bencana dan pemulihan warga terdampak dapat berjalan lebih efektif.
Sementara itu, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya tambahan dua korban meninggal dunia di wilayah Aceh dan Sumatera Barat. Hingga 26 Desember 2025, total korban meninggal akibat banjir di Sumatera mencapai 1.137 orang, dengan 163 orang masih dinyatakan hilang.
Adapun jumlah warga terdampak yang masih mengungsi di tiga provinsi tercatat sebanyak 457.255 jiwa, menandakan proses pemulihan pascabencana masih membutuhkan waktu dan perhatian serius.***
Artikel Terkait
Jakarta Siapkan 8 Titik Panggung Perayaan Tahun Baru 2026, Sudirman–Thamrin Terapkan Car Free Night
Cari Ide Kado Tahun Baru? Ini 10 Rekomendasi Hadiah Bermakna untuk Orang Terkasih di Momen Pergantian Tahun
10 Rekomendasi Tempat Camping Malam Tahun Baru di Jawa Tengah, Seru dan Penuh Nuansa Alam
Harga Emas Antam Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Tembus Rp2,6 Juta per Gram Jelang Akhir Tahun 2025
Buruh Tolak UMP Jakarta 2026, KSPI Siap Gugat dan Gelar Aksi Besar Awal Januari