Dukungan Bulat Asia-Pasifik, Indonesia Jadi Kandidat Tunggal Presiden Dewan HAM PBB 2026

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Jumat, 26 Desember 2025 | 10:35 WIB
Ilustrasi Langkah Diplomatik Strategis: Indonesia Calon Tunggal Presiden Dewan HAM PBB 2026 (Desain AI )
Ilustrasi Langkah Diplomatik Strategis: Indonesia Calon Tunggal Presiden Dewan HAM PBB 2026 (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Indonesia kembali menorehkan jejak penting di panggung dunia. Tanpa hingar-bingar kampanye, Indonesia resmi melangkah sebagai calon tunggal Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk periode 2026.

Sebuah capaian yang menandai naiknya level diplomasi Tanah Air.

Keputusan ini lahir dari kesepakatan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik yang memberikan mandat penuh kepada Indonesia.

Secara resmi, penetapan posisi strategis tersebut dijadwalkan akan disahkan dalam sidang Dewan HAM PBB di Jenewa pada 8 Januari 2026.

Baca Juga: Update Banjir Sumatera: Ribuan Korban Jiwa, Ratusan Ribu Pengungsi Masih Bertahan hingga Akhir Desember

Kepercayaan Kawasan, Bukan Kebetulan

Dukungan bulat dari Asia-Pasifik bukan datang begitu saja.

Rekam jejak Indonesia dinilai konsisten dalam mengawal isu HAM dengan pendekatan dialogis, tanpa terjebak pada tarik-menarik kepentingan blok kekuatan global.

Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa mandat ini mencerminkan kepercayaan kawasan terhadap kepemimpinan Indonesia yang dinilai mampu bersikap objektif, inklusif, dan seimbang dalam mengelola isu-isu sensitif HAM.

Tongkat kepemimpinan nantinya akan diemban oleh Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Sidharto Suryodipuro, yang akan memimpin proses internal Dewan HAM selama masa jabatan tersebut.

Baca Juga: Kisah Haru di Gayo Lues: Warga Terdampak Banjir Beri Durian kepada Prajurit TNI

Tahun Simbolik: Dua Dekade Dewan HAM PBB

Tahun 2026 bukan tahun biasa. Dewan HAM PBB genap berusia 20 tahun, menjadikannya momentum refleksi sekaligus pembaruan.

Indonesia berencana memanfaatkan momen ini untuk mendorong tata kelola HAM global yang lebih konstruktif, dengan mengutamakan dialog daripada konfrontasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X