TITIKTEMU.CO – Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah yang mengalami kerusakan terparah akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera pada akhir November lalu. Hingga kini, upaya penyaluran bantuan oleh pemerintah dan relawan masih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Wilayah ini bahkan sempat dijuluki sebagai “Kota Zombie”, menyusul kondisi lingkungan yang gelap gulita, kendaraan yang terbengkalai usai terjangan banjir, serta lumpur tebal yang menutupi rumah warga hingga mendekati atap.
Kesaksian warga Aceh Tamiang pun bermunculan di media sosial, menggambarkan kerasnya perjuangan bertahan hidup setelah rumah mereka dilanda banjir.
Baca Juga: Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang Ungkap Pilu: Disebut Lebih Parah dari Tsunami 2004
Bertahan dengan Makanan Seadanya
Salah satu cerita menyentuh datang dari unggahan akun Instagram @pempek_funny. Dalam video tersebut, seorang warga menceritakan bagaimana mereka harus berbagi makanan dalam kondisi terisolasi ketika banjir masih tinggi dan bantuan belum menjangkau wilayah mereka.
“Dua butir telur kami makan untuk 23 orang, dipotong kecil-kecil,” ungkap warga tersebut, dikutip Jumat, 19 Desember 2025.
Karena jumlah yang sangat terbatas, potongan telur yang dibagikan kepada setiap orang hanya sebesar satu ruas jari.
“Itu cuma buat rasa saja. Kita makan sedikit-sedikit karena tidak tahu ke depan bagaimana kondisinya, bisa jadi lebih sulit,” lanjutnya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Bandung Barat Jadi Harapan Baru Anak Nyaris Putus Sekolah
Bantuan Mulai Masuk Setelah Tiga Hari Terisolasi
Warga tersebut menuturkan, bantuan logistik baru mulai berdatangan setelah mereka terisolasi selama sekitar tiga hari. Sejumlah relawan dan warga dari daerah sekitar akhirnya berhasil mengirimkan bantuan makanan.
“Alhamdulillah, setelah tiga hari mulai ada yang mengirim bantuan. Ada Indomie, itu sudah sangat membantu,” ujarnya.
Selain merendam permukiman, banjir juga menghancurkan area persawahan warga. Padi yang seharusnya siap panen terendam air dan berubah warna.
Artikel Terkait
Akses Jalan Rusak Pascabencana, Warga Bener Meriah Terpaksa Jalan Kaki Puluhan Kilometer
BPK Soroti Aset Proyek PLN Rp1,97 Triliun Menganggur, Dipicu Perubahan RUPTL dan Proyek Mangkrak
Bendungan Ciawi–Sukamahi Terbukti Redam Banjir Jakarta hingga 27 Persen
Sekolah Rakyat di Bandung Barat Jadi Harapan Baru Anak Nyaris Putus Sekolah
Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang Ungkap Pilu: Disebut Lebih Parah dari Tsunami 2004