Akses Jalan Rusak Pascabencana, Warga Bener Meriah Terpaksa Jalan Kaki Puluhan Kilometer

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Jumat, 19 Desember 2025 | 15:13 WIB
Menyoroti pernyataan Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar terkait viralnya rombongan warga yang jalan kaki puluhan kilometer. (Instagram.com/@undercover)
Menyoroti pernyataan Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar terkait viralnya rombongan warga yang jalan kaki puluhan kilometer. (Instagram.com/@undercover)

TITIKTEMU.CO – Tiga pekan setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Kabupaten Bener Meriah, Aceh, kondisi infrastruktur jalan utama masih belum sepenuhnya pulih. Rusaknya akses vital tersebut membuat aktivitas warga terganggu, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Akibat keterbatasan akses jalan, ribuan warga dari Bener Meriah dan Aceh Tengah terpaksa berjalan kaki hingga puluhan kilometer melewati jalur lintasan KKA (Bener Meriah–Aceh Utara). Perjalanan panjang itu bukan untuk rekreasi, melainkan upaya bertahan hidup di tengah situasi darurat pascabencana.

Kondisi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredar video dan foto rombongan warga yang berjalan kaki secara berkelompok. Menanggapi viralnya peristiwa itu, Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, akhirnya memberikan klarifikasi.

Baca Juga: Viral Video Kepala BGN Main Golf Saat Bencana Sumatera, Dadan Hindayana Beri Klarifikasi

“(Saya mengetahui narasi) tentang warga Bener Meriah yang berangkat berbondong-bondong untuk mengambil beras,” ujar Tagore, sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram @undercover.id, Jumat, 19 Desember 2025.
“Hal ini tidak saya bantah, karena dalam kondisi seperti ini kita tidak bisa saling menyalahkan,” tambahnya.

Pemkab Klaim Sudah Buka Dapur Umum

Tagore menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah sebenarnya telah membuka dapur umum bagi warga terdampak bencana, salah satunya di wilayah Burpasi.

“Kami sudah membuka dapur umum di Burpasi, tetapi yang datang makan justru pedagang-pedagang dari Aceh Tengah,” jelasnya.
“Yang membawa minyak dan beras itu pedagang,” lanjut Tagore.

Meski begitu, ia mengakui bahwa sebagian kecil warga Bener Meriah memang ikut dalam rombongan yang melintasi jalur KKA tersebut.

“Kami tidak memungkiri, memang ada beberapa persen warga yang ikut berangkat ke sana,” katanya.

Baca Juga: Update Terbaru Klasemen Medali SEA Games 2025: Indonesia Kokoh di Posisi Kedua, Thailand Tak Tertandingi

Bupati Sebut Mayoritas Adalah Pedagang

Menurut Tagore, rombongan yang terlihat berjalan kaki tersebut didominasi oleh pedagang yang membawa barang dagangan untuk dijual kepada masyarakat terdampak dengan harga lebih terjangkau.

“Warga yang memiliki uang merasa khawatir atau trauma, sehingga mereka memilih membeli ke sana,” ujarnya.
“Jadi kalau dilihat di lapangan dan dari foto-foto yang beredar, itu sebenarnya pedagang,” kata Tagore menegaskan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X