Harga Kelapa Melonjak, Survei Ungkap Desakan Publik agar Pemerintah Batasi Ekspor

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Jumat, 19 Desember 2025 | 14:38 WIB
Harga kelapa melonjak akibat ekspor tinggi. Survei KedaiKOPI mengungkap desakan publik agar pemerintah intervensi lewat HET, DMO, dan pungutan ekspor jelang Lebaran. (iStock)
Harga kelapa melonjak akibat ekspor tinggi. Survei KedaiKOPI mengungkap desakan publik agar pemerintah intervensi lewat HET, DMO, dan pungutan ekspor jelang Lebaran. (iStock)

Baca Juga: Vilmei Tak Kuasa Menahan Tangis Saat Jadi Relawan Banjir Aceh Tamiang, Ketegaran Warga Bikin Haru

Dorongan DMO dan Hilirisasi Kelapa

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia, Tulus Abadi, menilai pemerintah perlu mengambil langkah lebih tegas dengan menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO). Menurutnya, pemenuhan kebutuhan nasional harus menjadi prioritas utama sebelum membuka keran ekspor.

“Kebutuhan dalam negeri harus didahulukan. Jangan sampai ekspor terus berjalan, sementara masyarakat kesulitan mendapatkan kelapa. Misalnya dengan menetapkan DMO 25 persen, itu harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum ekspor dilakukan,” tegas Tulus.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan hilirisasi kelapa, agar nilai tambah komoditas ini dapat dinikmati di dalam negeri. Pasalnya, ekspor kelapa Indonesia hingga kini masih didominasi produk mentah berupa kelapa bulat.

Tulus mengingatkan, tanpa pengaturan ekspor yang jelas serta penguatan industri hilir, lonjakan harga kelapa berpotensi terus berulang dan semakin membebani konsumen domestik, terutama menjelang periode konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idulfitri.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Sumber: KedaiKOPI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X