Baca Juga: Vilmei Tak Kuasa Menahan Tangis Saat Jadi Relawan Banjir Aceh Tamiang, Ketegaran Warga Bikin Haru
Dorongan DMO dan Hilirisasi Kelapa
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia, Tulus Abadi, menilai pemerintah perlu mengambil langkah lebih tegas dengan menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO). Menurutnya, pemenuhan kebutuhan nasional harus menjadi prioritas utama sebelum membuka keran ekspor.
“Kebutuhan dalam negeri harus didahulukan. Jangan sampai ekspor terus berjalan, sementara masyarakat kesulitan mendapatkan kelapa. Misalnya dengan menetapkan DMO 25 persen, itu harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum ekspor dilakukan,” tegas Tulus.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan hilirisasi kelapa, agar nilai tambah komoditas ini dapat dinikmati di dalam negeri. Pasalnya, ekspor kelapa Indonesia hingga kini masih didominasi produk mentah berupa kelapa bulat.
Tulus mengingatkan, tanpa pengaturan ekspor yang jelas serta penguatan industri hilir, lonjakan harga kelapa berpotensi terus berulang dan semakin membebani konsumen domestik, terutama menjelang periode konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idulfitri.***
Artikel Terkait
Vilmei Tak Kuasa Menahan Tangis Saat Jadi Relawan Banjir Aceh Tamiang, Ketegaran Warga Bikin Haru
Viral Perjuangan Petani Durian Sumatera Pascabanjir, Pikulan Buah Tembus Medan Rusak demi Bertahan Hidup
Haru di Tengah Bencana: Pasangan di Aceh Tamiang Tetap Menikah di Pengungsian, Arie Untung Jadi Saksi
Tetap Akur Usai Bercerai, Shandy Aulia dan David Herbowo Tuai Pujian soal Co-Parenting Putri Mereka
BPK Soroti Kebijakan Harga Solar Industri Pertamina Patra Niaga, Dinilai Lemah Tata Kelola dan Berisiko Rugikan Perusahaan