“Kami imbau warga tidak panik,” ujarnya dari Rumah Dinas Wali Kota, Medan.
Menurutnya, PT Pertamina memastikan stok BBM sebenarnya mencukupi, hanya saja distribusinya terganggu.
Cuaca buruk di Pelabuhan Belawan menyebabkan kapal pengangkut tidak bisa melakukan bongkar muat, sementara genangan banjir juga menghambat suplai ke SPBU.
Untuk itu, Rico mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying.
“Kami ingin pendistribusian BBM tetap merata dan berjalan sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Dengan status darurat yang sudah ditetapkan, seluruh unsur pemerintah kota, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan digerakkan untuk memastikan keselamatan warga serta ketersediaan pasokan kebutuhan dasar.
Pemerintah berharap situasi bisa pulih bertahap sembari menunggu kondisi cuaca membaik.***
Artikel Terkait
Rocky Gerung Bongkar Ulang Proyek Whoosh: Bukan Kebutuhan Publik, Bukan Lompatan Teknologi, Hanya Proyek Pamer?
Banjir Bandang Agam: 74 Jiwa Melayang, 2.500 Warga Mengungsi, Kerugian Tembus Rp13,9 Miliar
Ray Rangkuti Soroti Manuver Kapolri: Reformasi Polri Diujung Masa Jabatan, Langkah Terselubung?
Rekening Masih Diblokir Usai Bebas, Kisah Ira Puspadewi Hidup dengan Rp1,2 Juta dan Bantuan Teman
Operasi Udara TNI Dikebut: 76.500 Ton Bantuan Sudah Terbang ke Sumut–Aceh, Daerah Terisolasi Jadi Prioritas
Kepergian Gary Iskak: Detik Kecelakaan, Kesaksian Sahabat, dan Jejak Sang Pecinta Motor
Ray Rangkuti Kritik Pembentukan Tim Reformasi Polri oleh Kapolri: “Upaya Menghalangi Komisi Bentukan Presiden?”
Bencana Agam: 74 Warga Tewas, 2.500 Mengungsi, Kerugian Capai Rp13,9 Miliar
Kemenkes Ingatkan Warga Terdampak Banjir di Sumatra dan Aceh Waspada Penyakit Pascabencana
Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir, 1.829 Warga Mengungsi dan Distribusi BBM Terkendala