Ia bahkan mencontohkan Kabupaten Lahat yang berhasil menghemat hingga Rp425 miliar hanya dengan memangkas belanja birokrasi dan mengalihkannya ke program nyata bagi warga.
“Artinya bisa. Tinggal niat dan keberanian untuk berubah,” tambahnya.
Belajar dari Krisis: Efisiensi Bukan Hal Baru
Tito juga mengingatkan bahwa efisiensi bukan konsep asing.
Saat pandemi COVID-19, seluruh daerah sempat menghadapi kondisi serupa—pendapatan menurun drastis, anggaran dipotong, tapi roda pemerintahan tetap berputar.
“Kita semua pernah ngalamin. Pendapatan turun, semua dirasionalisasi, tapi toh kita bisa survive,” kenangnya.
Dari Keluhan ke Keteladanan
Pesan Tito sederhana tapi tajam: berhenti mengeluh soal dana, mulai berpikir soal efektivitas.
Karena sejatinya, kekuatan daerah tidak hanya di jumlah anggarannya, tapi di cara mereka mengelolanya.
Kalau dulu banyak daerah sibuk mencari siapa yang salah, kini waktunya mencari apa yang bisa diperbaiki.
Karena pada akhirnya, uang memang penting — tapi akal sehat dalam menggunakannya jauh lebih berharga.***
Artikel Terkait
Tragedi Sandy Permana: Dari Luka Hati Jadi Jerat Hukum 15 Tahun Bui
Berpikir Seperti Marcus Aurelius di Dunia TikTok: Stoisisme Versi Anak Gen Z
Rheza Herwindo: Anak Setya Novanto yang Kini Jadi Pengusaha Properti dan Komisaris PT KWE
Prabowo Minta Purbaya dan Danantara Cari Jalan Damai untuk Utang Whoosh Tanpa Guncang Ekonomi
Ketika Dunia Mulai Menyadari: Timnas Indonesia Dianggap Brasil yang Tertidur, Lawan Berat di Piala Dunia U-17
Waspada Cuaca Ekstrem: 8 Provinsi Terancam Hujan Lebat Akibat Bibit Siklon Tropis 98W
IFG Umumkan Pemenang Journalist Writing Competition 2025: Apresiasi Kreativitas Jurnalis dalam Menggaungkan Literasi Asuransi
Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Akurasi Data Keuangan dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Bahana Sekuritas dan Jasindo Resmikan Kolaborasi Strategis: Buka Galeri Investasi untuk Dorong Literasi Keuangan Nasional
Libur Nataru 2025: Pemerintah Gelontorkan Diskon Besar untuk Tiket Pesawat, Kapal, dan Kereta — Waktunya Healing #DiIndonesiaAja!