Kasus Whoosh KCJB Disorot Tajam, KPK Bergerak Pelan tapi Pasti: Ada Apa di Balik Dugaan Mark-Up Fantastis?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:30 WIB
Ketua KPK Setyo Budiyanto ungkap lembaganya masih menelaah dugaan korupsi proyek kereta cepat Whoosh.  (Dok KPK)
Ketua KPK Setyo Budiyanto ungkap lembaganya masih menelaah dugaan korupsi proyek kereta cepat Whoosh. (Dok KPK)

Sumber Ledakan Isu: Pernyataan Mahfud MD

Dugaan korupsi proyek Whoosh pertama kali meledak setelah Mahfud MD—mantan Menko Polhukam—membuka pernyataan mengejutkan dalam sebuah video YouTube.

Ia menyebut adanya dugaan mark-up hingga tiga kali lipat dalam anggaran pembangunan KCJB.

Mahfud mengungkap bahwa biaya pembangunan per kilometer di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS, sementara di Tiongkok hanya sekitar 17–18 juta dolar AS per kilometer.

Selisih angka yang sangat jauh ini memunculkan dugaan kuat bahwa ada permainan anggaran yang merugikan negara.

Baca Juga: Panggung Politik Gaya: Di Balik Fenomena Purbaya Everywhere dan Arah Kebijakan Ekonomi

Banyak Mata Kini Melihat ke Arah KPK

Publik kini menunggu: apakah KPK benar-benar akan menuntaskan penelusuran dugaan korupsi Whoosh?

Ataukah kasus ini hanya akan menjadi headline sementara lalu menguap begitu saja?

KPK berjanji tetap independen dan memastikan kasus ini ditangani berdasarkan bukti, bukan tekanan politik.

Namun, mengingat proyek Whoosh menyedot dana publik dalam jumlah besar, wajar jika publik menuntut transparansi.

Apapun hasil akhirnya, satu hal pasti: kasus Whoosh bukan sekadar soal rel dan kereta cepat, tetapi soal kepercayaan publik terhadap tata kelola proyek strategis nasional.***

 

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X