TITIKTEMU.CO - Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh kembali menjadi pusat perhatian publik.
Bukan karena kecepatannya yang menembus 350 km per jam, tetapi karena dugaan praktik korupsi yang disebut-sebut beraroma mark-up.
Ketua KPK Setyo Budiyanto akhirnya buka suara soal isu yang belakangan membuat ruang publik panas.
KPK: Masih Dipelajari, Belum Masuk Aksi Lapangan
Ketua KPK menegaskan pihaknya belum melakukan langkah penyidikan lanjutan, apalagi memanggil pihak terkait untuk pemeriksaan intensif.
Kasus ini kini masih berada di tahap telaah awal, alias memeriksa laporan dan memastikan apakah kasus ini layak ditindaklanjuti ke tahap penyelidikan resmi.
Menurut Setyo, KPK menunggu laporan dari Direktorat Pelayanan Pengaduan Masyarakat sebelum mengambil langkah hukum. Ia tak ingin memberikan komentar berlebihan. "Biasanya ditelaah dulu," ujarnya singkat saat ditemui di Yogyakarta.
Dengan gaya komunikasinya yang hati-hati, Setyo memastikan KPK tidak bekerja gegabah hanya karena tekanan opini publik.
Baca Juga: Melawan Krisis Tiga Lapis, WWF-Indonesia dan KLH/BPLH Wujudkan Ekonomi Sirkular untuk Bumi
Sudah Diselidiki Sejak Awal 2025
Meski pernyataan Setyo terkesan berhati-hati, Jubir KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa penyelidikan kasus ini sesungguhnya sudah berjalan sejak awal 2025. Artinya, KPK memang sudah cukup lama mencium kejanggalan dalam proyek transportasi "kebanggaan nasional" tersebut.
Budi menegaskan bahwa hingga kini statusnya masih penyelidikan, jadi detail kasus belum bisa dibuka ke publik.
Bagi KPK, ini masih permainan awal: mengumpulkan data, menelusuri pihak terkait, dan mencari unsur pidana.
Artikel Terkait
Visa Umrah 2025: Panduan Lengkap Pengurusan, Jenis Visa, Biaya, hingga Risiko yang Wajib Dipahami
Fenomena Paylater Society: Solusi Keuangan atau Jalan Cepat ke Jeratan Utang?
Investasi vs Nabung: Mana yang Lebih Aman di Tengah Ekonomi Tidak Stabil?
Fenomena “Purbaya Everywhere”: Gaya Koboi Menkeu dan Pro-Kontra di Balik Optimisme Ekonomi 8 Persen
Panggung Politik Gaya: Di Balik Fenomena Purbaya Everywhere dan Arah Kebijakan Ekonomi
Melawan Krisis Tiga Lapis, WWF-Indonesia dan KLH/BPLH Wujudkan Ekonomi Sirkular untuk Bumi
Burden Sharing Dihentikan: Langkah Tegas Menkeu Purbaya Memagari Independensi BI dan Stabilitas Fiskal
Digital Nomad Lifestyle: Mitos Kebebasan Finansial atau Realita Kerja Keras?
Financial Anxiety: Ketika Uang Jadi Sumber Stres Utama Generasi Muda
10 Drakor Tayang November 2025, dari Last Summer hingga Taxi Driver 3