Panggung Politik Gaya: Di Balik Fenomena Purbaya Everywhere dan Arah Kebijakan Ekonomi

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 16:15 WIB
Menyoroti pernyataan pakar ekonomi, Prof. Ferry Latuhihin terkait gaya koboi Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa di media sosial. (Instagram.com / @purbayayudhi_official - @akbarfaizal_uncensored)
Menyoroti pernyataan pakar ekonomi, Prof. Ferry Latuhihin terkait gaya koboi Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa di media sosial. (Instagram.com / @purbayayudhi_official - @akbarfaizal_uncensored)

“Dampaknya mulai terasa,” ujarnya dalam forum ekonomi nasional. “Oktober, November, dan Desember akan lebih terasa lagi.”

Baca Juga: Sukabumi: Kota yang Tidak Tergesa, Slow Living dengan Bernapas Lega

Kritik Ekonomi: “Ini Hanya Sorotan Gaya, Bukan Kebijakan Nyata”

Tak semua sepakat dengan narasi sukses itu. Prof. Ferry Latuhihin, analis pasar modal sekaligus pengamat ekonomi, memberikan kritik tajam terhadap arah kebijakan pemerintah.

Menurutnya, masyarakat seringkali teralihkan oleh panggung komunikasi pejabat, tetapi lupa menilai kualitas kebijakan yang dijalankan.

“Negara ini terlalu dominan mengendalikan ekonomi,” ujar Ferry.

Ia menilai target pertumbuhan 8 persen tidak realistis jika sektor swasta tidak diberi ruang berkembang.

Lebih lanjut, Ferry juga menyinggung strategi pemerintah yang mengandalkan bansos dan pajak tinggi sebagai solusi ekonomi.

Menurutnya, cara ini bukan strategi struktural untuk membangun ekonomi yang sehat dalam jangka panjang.

Fenomena Post-Truth di Politik Ekonomi

Ferry menyindir fenomena “Purbaya Everywhere” di media sosial sebagai bagian dari budaya politik baru yang cenderung mementingkan gaya ketimbang kinerja.

Ia menyebut masyarakat Indonesia rentan terjebak pada narasi populer ketimbang fakta.

“Orang mudah sekali dibuat terpesona oleh pencitraan. Ini era post-truth. Yang penting viral dulu, urusan substansi belakangan,” tegasnya.

Kebijakan atau Administrasi?

Salah satu kritik terkeras Ferry adalah soal penempatan dana besar di bank milik negara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X